Connect with us

Pemerintahan

Dukung Upaya Kementan RI, Bupati Arifin Harap Petani Trenggalek Miliki Taxi Alsintan Mandiri

Diterbitkan

||

Dukung Upaya Kementan RI, Bupati Arifin Harap Petani Trenggalek Miliki Taxi Alsintan Mandiri
BANTUAN: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat menghadiri penyerahan Taxi Alsintan di Saung Tau Agro Park Trenggalek. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengdukung upaya Kementrian Pertanian (Kementan) RI dengan mendorong petani agar memiliki Alat Mesin Pertanian (Alsintan) secara mandiri. Dukungan itu, disampaikan suami Novita Hardiny, ini saat menghadiri penyerahan Alsintan (Taxi Alsintan) di Saung Tani Agro Park Kabupaten Trenggalek.

“Program ini dari kementrian, di mana konsepnya para Gapoktan memiliki Alsintan secara mandiri dan difasilitasi oleh KUR,” jelas Bupati Arifin, saat dikonfirmasi, Rabu (15/06/2022) siang.

Disebut taxi Alsintan, terang Bupati, karena ini diharapkan tidak hanya berorientasi kepada lahan saja. Namun dalam pengelolaannya, para petani di Trenggalek juga punya alat yang bisa disewakan.

“Konsepnya seperti taxi yang bisa disewakan. Artinya, bisa diorder atau disewakan untuk petani-petani lain yang membutuhkan,” imbuhnya.

Baca juga:

Taxi Alsintan sendiri, tambahnya, diinisiasi oleh Kementrian Pertanian dengan tujuan untuk menghadirkan teknologi pertanian di tengah-tengah petani. Selain itu, ini merupakan salah satu langkah aksekerasi pemulihan ekonomi di sektor pertanian.

“Kita juga berterima kasih karena salah satu vendornya ini, juga produsen asal dalam negeri. Terus mereka juga siap untuk memberikan Technical Assistance sehingga dapat ketemu alsintan yang bagus. Kemudian juga ketemu dengan perbankan yang memfasilitasi lewat KUR. Terus kemudian Dinas pertanian yang membina, harapannya petani bisa memproduksi pertaniannya lebih produktif,” terang Bupati Arifin.

Masih menurut Mas Ipin-sapaan akrab Bupati, bahwa Taxi Alsintan sendiri merupakan program penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) secara mandiri oleh pelaku usaha di sektor pertanian melalui fasilitasi bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Sektor pertanian saat ini telah memasuki era teknologi. Artinya, kita sudah harus meninggalkan cara-cara lama dalam bertani. Penggunaan alsintan harus dikedepankan karena dengan Alsintan produktivitas bisa ditingkatkan,” paparnya.

Dirinya juga berharap, nantinya para petani secara pribadi atau bersama-sama bisa lebih mudah memiliki alsintan tanpa harus mengandalkan bantuan dari pemerintah. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.