Kabupaten Malang

Eco Wisata Amadanom Dampit, Edukasi Kopi Hulu-Hilir

Diterbitkan

-

Eco Wisata Kopi Amadanom Dampit.(sur)

Memontum Malang—–Kecamatan Dampit Kabupaten Malang,sejak masa penjajahan Belanda merupakan daerah penghasil kopi.Hal itu menjadi keseriusan Pemkab Malang mengangkat potensi kopi di wilayahnya secara bertahap.Dan itu terus dibuktikan dengan langkah-langkah konkret.

Salah satunya membuat eco wisata Amadanom di Kecamatan Dampit,dengan menyuguhkan banyak hal tentang kopi yang tumbuh dan terkenal di Kabupaten Malang. Dengan demikian,para Wisatawan bisa mengenal, merasakan bahkan belajar dari hulu sampai hilir tentang kopi Malang khususnya yang ada di Kecamatan Dampit.

Tustiningsih,bendahara kelompok tani Harapan Desa Amadanom Kecamatan Dampit Kabupaten Malang mengatakan,keberadaan Eco wisata kopi Amadanom mencapai 0,25 hektare dan dikelola oleh 25 orang kelompok tani.”Masing-masing kelompok tani ini memiliki luas lahan sekitar 0,5hektare dan tersebar di 30 titik.

Adapun,tujuan didirikannya eco wisata kopi tahun 2017 lalu ini,pertama,untuk pembelajaran kopi dari hulu hingga hilir.Selanjutnya,untuk kesejahteraan masyarakat untuk menjual berbagai kuliner”,terang Tustiningsih Senen(5/8/2018)kemaren. Lanjut Tustiningsih,eco wisata yang dilanching 6 bulan lalu oleh Wabub Malang HM.

Advertisement

Sanusi ini juga telah banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun asing.”Kami pernah kedatangan tamu asing dari negara Polandia,Korea.Sementara untuk tingkat domestik,yaitu rombongan dari SMK Papua untuk melakukan study banding.Mereka bisa belajar mulai cara tanam, peralatan hingga aspek pengolahan hingga menjadi sajian kopi yang nikmat”,paparnya.

Para pecinta kopi nusantara dipastikan akan puas jika berkunjung ke destinasi wisata baru di Kabupaten Malang ini.Selanjutnya,wisatawan yang datang ke Kabupaten Malang akan terasa lengkap karena mereka akan bisa menikmati deretan wisata pantai yang indah.Selain wisata religi dan budaya,termasuk wisata pertanian di Desa Amadanom ini.

Sementara,Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Karyadi yang beberapa waktu lalu Mengaku sangat mengapresiasi upaya ini. “Kalau cita rasa dan kualitas kopi Dampit tidak diragukan lagi. Sebab kopi yang satu ini sudah mendunia,” kata Karyadi. Kualitas kopi Dampit lanjutnya, terkenal memiliki rasa yang khas.

Karena para petani sangat cerdas mengemas mulai dari proses pemetikan, perawatan hingga pengolahannya hingga cita rasanya tidak berubah meskipun usianya sudah puluhan tahun. “Kalau cita rasa itu tergantung dari bagaimana petik dan pengolahan kopi saat panen. Kalau cara metiknya saja sembarangan maka akan merusak cita rasa kopi itu sendiri,” pungkasnya.(Sur/yan)

Advertisement
Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas