Kota Malang
Gubernur Jatim Kembali Tinjau RSL Ijen Boelevard Kota Malang, 320 Bed Disiapkan untuk Isoter

Memontum Malang – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali meninjau Persiapan Isolasi Terpusat di Rumah Sakit Lapangan Ijen Boelevard, Kota Malang, Sabtu (05/02/2022).
Aktifasi Isolasi Terpusat (Isoter) ini, lantaran kasus Covid-19 yang beberapa hari terakhir mengalami lonjakan yang cukup signifikan. “Teman-teman sekalian, update data per 1 Februari nampak sekali terjadi kenaikan kasus konfirmasi Covid-19, varian apapun. Kenaikan cepat dan relatif tinggi ini, mendorong kita untuk menata kembali tempat-tempat yang memungkinkan untuk dijadikan Isoter sekaligus layanan kuratifnya,” kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Dirinya juga mengatakan, bahwa RSL Ijen Boelevard, sebelumnya sudah dijadikan layanan terpusat bagi pasien Covid-19 yang positif gejala ringan maupun sedang. “Tapi saat itu, kita masih punya BPSDM untuk Isoter. Karena BPSDM jadwalnya sudah padat, maka Isoter sekaligus layanan bagi pasien Covid-19 gejala ringan maupun tanpa gejala bisa di sini (RSL Ijen Boelevard). Sedangkan untuk yang gejala sedang, bisa dirujuk di Saiful Anwar atau Rumah Sakit lain di Malang Raya,” imbuhnya.
Baca juga :
- Polemik Perizinan Aston, DPRD Kota Malang Sebut Keputusan Final Dijadwalkan Pekan Depan
- Bupati Banyuwangi Pantau Progres Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat
- Temukan Batu Batolit yang Diduga Watu Dakon, Disparbud Kabupaten Malang Sebut Perlu Kajian
- Pelantikan 8 JPTP Kota Malang Tunggu Keputusan Wali Kota, BKPSDM Sebut Nama Sudah Masuk Boks Talenta
- Perkuat Lumbung Pangan Jatim, Sektor Pertanian Kabupaten Jember Semakin Produktif
Gubernur Khofifah juga mengatakan, aktivasi Isoter di RSL Ijen Boelevard akan dimulai Rabu (09/02/2022). “Insyaallah kita mulai Rabu depan. Sistemnya juga kita tata lagi seperti dulu,” tambahnya.
Sembari menyiapkan 320 bed yang ada di Rumah Sakit Lapangan Ijen Boelevard, Khofifah juga mengharapkan masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat. “Tugas pemerintah meningkatkan tracing, testing dan treatment. Selain kita bersiap kembali memberikan layanan kepada masyarakat, kami juga menghimbau masyarakat jangan abai prokes, karena saat ini sedang terjadi lonjakan kasus Covid-19 termasuk Varian Omicorn,” terangnya. (cw1/sit)
















