Pamekasan
Hadiri Workshop Dewan Pendidikan, Wabup Pamekasan Ingatkan Penguatan Kapasitas Komite Sekolah

Memontum Pamekasan – Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, Fattah Jasin, menghadiri workshop dewan pendidikan terkait penguatan kapasitas komite sekolah, di salah satu hotel Pamekasan-Madura, Senin (27/06/2022) tadi.
Dalam kesempatan itu, Wabup Fattah Jasin menyampaikan bahwa keberadaan komite sekolah merupakan bagian penting yang tidak bisa terpisahkan. Salah satunya, untuk membantu pemerintah dalam dunia pendidikan.
“Komite sekolah merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan untuk membantu pemerintah. Meskipun begitu, di semua jenjang pendidikan adalah kewenangan pemerintah. Dan kebetulan dewan pendidikan hari ini, levelnya adalah ditingkat SD dan SMP,” kata Wabup Fattah Jasin.
Baca juga :
- Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus
- Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata
- Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP
- Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka
- Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta ‘Diskon’ Hukuman
Kalau melihat ukuran dan standard angka partisipasi, tambah Wabup Fattah Jasin, maka kewenangan kabupaten atau kota, itu ada angka partisipasi kasar (APK) dan ada angka partisipasi murni (APM). Dimana, angka APK untuk SD di Pamekasan, sudah sampai 104 persen. “Sedangkan untuk APM SMP, sudah tembus 110 persen. Berarti, standard sudah melebihi persentase yang di amanatkan,” ungkapnya.
Fattah Jasin menambahkan, untuk tingkatan SMA memang tidak setinggi SD dan SMP. Itu dikarenakan, ada beberapa hal yang tidak terhitung. Misalnya, lembaga pondok pesantren yang mengadakan penyelenggarakan pendidikan, tidak terhitung dalam indeks pembangunan manusia (IPM). Karena memang informal dan tidak menggunakan kurikulum pemerintah.
“Pemerintah kabupaten ingin melakukan sebuah sinergi, karena komite ini adalah kelompok yang memperkuat manajemen sekolah, dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan anak didik. Meskipun ada dana BOS, tetapi itu untuk kegiatan rutin. Di luar itu, ada komite untuk membantu,” harapnya. (azm/sit/adv)
















