Kota Malang

Hari Jadi Kota Malang 2026, Pemkot Siapkan Busana Sejarah hingga Peluncuran Tugu Unesco

Diterbitkan

-

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah mematangkan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Malang 2026, dengan konsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan perayaan tahun ini akan dikemas lebih bermakna, menonjolkan identitas sejarah dan budaya Kota Malang tanpa kemeriahan berlebihan. Sehingga, saat ini fokus utama Pemkot Malang adalah memastikan seluruh rangkaian Hari Jadi berjalan maksimal.

“Kita ingin Hari Jadi Kota Malang tahun 2026 ini spesial. Ada konsep baru yang menampilkan perjalanan sejarah Kota Malang melalui busana yang memiliki cerita budaya,” ujar Wali Kota Wahyu, Jumat (27/03/2026) tadi.

Dirinya menjelaskan, Pemkot Malang telah menyiapkan desain pakaian khusus yang menggambarkan perjalanan kepemimpinan Kota Malang, sejak masa pemerintahan Belanda hingga era modern. Busana tersebut akan dikenakan dalam momentum peringatan hari jadi sebagai simbol identitas daerah.

Advertisement

“Setiap unsur pakaian itu ada maknanya, ada cerita sejarahnya. Ini menjadi simbol perjalanan Kota Malang dari masa ke masa,” tuturnya.

Baca juga :

Salah satu agenda paling menarik dalam perayaan tahun ini, adalah peluncuran tugu penanda pengakuan Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Art oleh Unesco. Tugu tersebut, akan diresmikan pada 1 April 2026 di kawasan Alun-Alun Merdeka sebagai simbol kebanggaan warga Kota Malang.

“Ini kebanggaan besar karena Kota Malang menjadi Kota Kreatif Dunia bidang Media Art pertama di Asia Tenggara. Konsepnya sudah disetujui Unesco,” jelasnya. 

Menurutnya, pemasangan identitas kota kreatif dunia sebenarnya telah dijadwalkan sejak Februari lalu, mengikuti kota-kota kreatif dunia lainnya. Namun, Pemkot Malang sengaja menunggu momentum Hari Jadi agar peluncurannya memiliki nilai simbolis lebih kuat.

Advertisement

“Harusnya memang pemasangannya itu pertengahan Februari kemarin, sama seperti 58 di Kota Kreatif Dunia yang lain sudah terpasang. Tetapi untuk Kota Malang memang menunggu momennya pas tanggal 1 April,” tambahnya.

Meski menghadirkan konsep baru, Wali Kota Wahyu menegaskan perayaan tetap digelar secara sederhana. Pemkot Malang tidak ingin peringatan Hari Jadi identik dengan pesta besar, melainkan refleksi perjalanan kota.

“Rangkaian kegiatan akan berlangsung bertahap, mulai dari agenda pra-acara, peringatan hari H, hingga kegiatan lanjutan bagi masyarakat. Kita tidak hura-hura. Resepsi juga dilaksanakan sederhana di Gedung Cendrawasih. Yang penting maknanya, bukan kemeriahannya,” imbuh Wali Kota Wahyu. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas