Situbondo

Hiiii…Ada Ular Kobra di Terminal Situbondo

Diterbitkan

-

H.Maulana yang dikenal raja pawang ular saat menguliti ular cobra di terminal Situbondo.(im)

Memontum Situbondo—-Beberapa orang terlihat mengerubungi salah satu penjual yang berada di terminal Situbondo. Namun sesekali terlihat ada yang berlari ketakutan dan menjauh dari kerumunan.

Ternyata ada seorang penjual empedu dan daging ular kobra yang membuat perhatian sebagian sopir dan beberapa penumpang angkot tertuju pada penjual tersebut.Penjual empedu ular kobra tersebut menjajakan dagangannya dengan membawa ular kobra hidup sebanyak dua karung.

Penjual empedu kobra tersebut bernama H.Maulana (93) warga Banjarmasin, Kalimantan yang dikenal sebagai Ketua Pawang ular Indonesia. Ia mengungkapkan selalu berjualan di tempat keramaian seperti di Mall-mall dan terminal di kota-kota besar setiap 1 bulan sekali.

“Karena saya juga berjualan di terminal daerah Surabaya maupun Banyuwangi maka hanya bisa berjualan di sini (Situbondo,red) tiga bulan sekali,” kata Maulana saat diwawancarai Memontum.com. Selasa (6/3/2018).

Advertisement

Dengan membawa dua karung yang berisi 70 ular berbisa tersebut, Maulana menggelar dagangannya sekaligus memberikan cara-cara yang tepat dalam menangkap ular. Selain kepala ular,setiap bagian dari ular kobra dapat dimanfaatkan baik untuk manusia sebagai pengobatan tradisional untuk segala macam penyakit kulit dan lainnya.

“Dari darah, empedu, sumsum, daging, minyak dapat dijadikan jamu oleh manusia. Kulit ular sendiri bisa dijadikan dompet atau kerajinan lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, empedu, darah dan sumsum ular kobra yang dijadikan jamu dijualnya dengan harga Rp 15 ribu.

Ia mengungkapkan jika ular kobra sulit ditemukan saat musim kemarau. Ular yang dibawanya didapat dari budidaya ular Songgoriti di daerah Batu, Malang.

Advertisement

Untuk mendapatkan sebuah empedu ular, Maulana harus memotong dan menguliti ular tersebut baru kemudian dapat mengambil empedunya.

Maulana mantan anggota TNI Angkatan Darat Kompi 731 Pattimura Ternate Ambon, juga membuktikan jika ular-ular kobra tersebut masih berbisa ketika ia mengeluarkan bisa dari ular tersebut. Hal ini makin membuat perhatian sopir bus dan sopir angkot MPU serta para pengunjung terminal untuk melihat Maulana ketika sedang memotong dan menguliti ular berbisa tersebut.

Salah satu pembeli,Edi Sudibyo,S.Pd warga Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, mengaku membeli empedu ular untuk mengobati penyakit gula yang ia derita.

“Dulu pernah sekali minum empedu kobra dan hasilnya kadar gula saya menurun,” ungkapnya. (im/yan)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas