Kota Malang
Ikuti Perkembangan Pasar, Polisma Rencanakan Buka Program Studi Skincare

Memontum Kota Malang – Politeknik Universitas Islam (Unisma) Malang merencanakan membuka Program Studi (Prodi) baru, yakni Prodi Skincare. Rencana itu, merupakan usulan dari Rektor Unisma, Prof H Maskuri Bakrie dan karena saat ini, telah menjamur produk-produk perawatan tubuh dan wajah.
“Jurusan Skincare itu usulan saya, untuk bisa dibuka di Polisma. Karena sekarang, itu menjamur sekali tentang perawatan tubuh dan wajah. Di era modern ini, semua berlomba-lomba untuk menjadi cantik dan tampan bukan hanya perempuan. Tetapi juga laki-laki, sehingga itu sekarang sedang dipersiapkan,” jelas Maskuri, Jumat (27/05/2022) tadi.
Dikatakan Maskuri, bahwa Unisma yang sudah lama bergelut di bidang pendidikan, memberikan dukungan yang luar biasa kepada Polisma. Hal itu ditunjukan, dengan Unisma yang memiliki dosen di perusahaan metro mesin.
Baca juga:
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
“Kami juga akan mengembangkan kerja sama dengan Korea untuk memperkuat perkembangan Polisma ini. Jadi, potensi yang dimiliki Unisma akan mendukung untuk pengembangan Polisma,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Usaha dari Yayasan Unisma, Dr Hj Mudawamah, mengungkapkan bahwa rencana ini juga dapat meningkatkan jaringan networking bersama mitra yang ada. “Kalau produk skincare itu bisa menghasilkan produk kerjasama dengan mitra yang sudah ada, tapi alat-alat perawatan itu kan mahal kalau beli. Nah, kita bisa mengembangkan alat-alat itu dengan kerja sama karena Polisma ada Prodi Teknik Mesin, Elektro dan Teknologi Rekayasa Jaringan dan Komputer,” ucap Mudawamah.
Dijelaskannya, apabila nantinya tiga prodi itu dikuatkan dan dibarengi kerja sama dengan pihak industri maka itu dinilai akan semakin menunjang berdirinya Prodi Skincare. “Dengan dibantu oleh pihak industri yang punya produk perawatan lokal, kita akan memproduksi alat-alat yang nantinya itu dipraktikan disini. Untuk perawatannya, juga akan ada keterlibatan dengan mahasiswa, maka ini akan menarik,” imbuhnya. (cw2/sit)
















