Connect with us

Hukum & Kriminal

Jambret Beraksi di Kota Malang, Rampas Tas Berisi Dua Ponsel

Diterbitkan

||

(ist)

Memontum Kota Malang – Kasus penjambretan yang dialami M Akbar (18) warga Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, hingga Senin (30/8), masih dalam penyelidikan petugas Reskrim Polresta Malang Kota. Akbar menjadi kotban penjambretan saat berboncengan mengendarai motor bersama teman perempuannya pada Kamis (26/8) di Jl Mayjen Sungkono, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Bahkan akibat dari kejadian itu, Fajar kehilangan dua ponselnya yakni Oppo A1K dan Ponsel Vivo Y20s hingga kerugian mencapai Rp 4,5 juta. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polresta Malang Kota pada Jumat (30/8).

Baca juga:

Informasi Memontum.com bahwa saat kejadian, korban mengendarai motor bersama teman perempuannya. Saat mengendarai motor, korban menitipkan dua ponselnya ke tas slempang teman perempuannya.

Sekitar pukul 20.30, saat korban melintas di Jl Raya Mayjen Sungkono, tiba-tiba muncul pelaku mengendarai motor CBR secara berboncengan dari arah belakang. Pelaku mengikuti korban dari arah belakang.

Saat kondisi cukup sepi, pelaku memepet motor korban dari sebelah kanan. Saat jaraknya cukup dekat, pelaku yang berada di boncengan menarik tas slempang tersebut. Tarikan pelaku cukup kuat sehingga tas tersebut terlepas. Setelah berhasil menguasai tas itu, pelaku langsung tancap gas kabur ke arah belakang GOR Ken Arok.

Korban sempat melakukan pengejaran, namun pelaku sudah berhasil menghilang. Kejadian itu membuat korban dan teman perempuannya merasa syok. Karena telah menjadi korban penjambretan, kejadian ini keesokan harinya dilaporkan ke Polresta Malang Kota.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Eko Novianto, saat dikonfirmasi wartawan  mengungkapkan setiap laporan masyarakat, akan menjadi atensi dari pihak kepolisian. “Kami akan mengusut laporan masyarakat ini. Akan kami teruskan kepada Satreskrim Polresta Malang Kota, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya, Senin (30/8).

Pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada saat membawa barang berharga. “Selalu hati hati dan waspada ketika membawa barang berharga. Apabila berboncengan naik sepeda motor, lebih baik tas diletakkan di bagian depan. Karena lebih mudah pengawasannya, dan tidak memancing pelaku kejahatan untuk beraksi,” ujar Ipda Eko. (gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.