Kota Malang

Jelang Lebaran, Pertamina Malang Pastikan Stok BBM Aman

Diterbitkan

-

AMAN: Fuel Terminal Pertamina Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Jelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Fuel Terminal Pertamina Malang memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam kondisi aman. Masyarakat pun, diminta tidak panic buying karena stok akan terus dipasok secara berkelanjutan.

Fuel Terminal Manager Pertamina Malang, Dolly Pratama Yudha, mengatakan bahwa pasokan BBM telah disiapkan. Termasuk juga langkah mitigasi untuk menghadapi lonjakan mobilitas selama Ramadan dan Idul Fitri (Rafi).

“Insyaallah stok BBM sudah kami siapkan. Jadi masyarakat tidak perlu panic buying. Isu di luar yang menyebut stok bisa habis dalam 20 hari itu tidak benar, karena ketika stok berkurang kami selalu melakukan pengisian ulang secara kontinu,” ujar Dolly, Sabtu (14/03/2026) tadi.

Selain memastikan pasokan, Pertamina juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi melalui Satgas Rafi. Salah satunya dengan menempatkan mobil storage atau mobil tangki berkapasitas 24 kiloliter di sejumlah SPBU yang berpotensi mengalami kemacetan. Menurutnya, ada empat titik rawan yang menjadi fokus penempatan mobil tangki tersebut.

Advertisement

“Dua titik berada di kawasan wisata Batu, satu titik di Blitar dan satu titik lainnya di wilayah Malang Selatan. Mobil tangki tersebut kami tempatkan di titik-titik yang memang rawan macet, terutama di kawasan wisata yang sering padat kendaraan,” jelasnya.

Baca juga :

Selain mobil tangki, Pertamina juga menyiapkan layanan pengantaran BBM melalui sepeda motor bagi masyarakat yang mengalami kendala kehabisan bahan bakar di perjalanan. Layanan tersebut dapat diakses melalui call center Pertamina di nomor 135. Untuk wilayah Malang, disiapkan tiga unit sepeda motor yang siap mengantarkan BBM langsung ke lokasi pengguna.

“Kami juga punya layanan 135. Jika ada masyarakat yang kehabisan BBM di jalan, bisa menghubungi nomor tersebut dan BBM dapat diantar menggunakan sepeda motor. Seluruh layanan tersebut telah disiagakan sejak 9 Maret 2026,” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan, Pertamina juga telah memetakan jalur distribusi yang rawan bencana seperti longsor maupun angin kencang. Jika terjadi gangguan, distribusi akan dialihkan melalui jalur alternatif yang telah disiapkan.

Advertisement

“Kalau jalur reguler tidak bisa dilewati, kami sudah siapkan jalur alternatif. Bahkan jika diperlukan, kami bisa meminta bantuan suplai dari wilayah lain seperti Madiun, Banyuwangi, atau Surabaya,” imbuhnya.

Terkait konsumsi BBM selama periode Rafi, Pertamina memprediksi peningkatan di Kota Malang relatif kecil. Berdasarkan data historis, kenaikan konsumsi hanya sekitar satu persen saat Lebaran. Sebaliknya, lonjakan konsumsi lebih terasa di kawasan wisata seperti Kota Batu serta wilayah Kabupaten Malang, yang diperkirakan dapat meningkat hingga 30 persen selama periode libur Lebaran. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas