Banyuwangi
Jembatan Penghubung Dua Desa dan Dua Kecamatan Ambrol

Dan yang paling menghawatirkan lagi, pondisi jembatan tersebut juga menjadi perhatian warga setempat, menurutnya pihak yang berwenang harus turun tangan masalah ini agar masyarakat yang melintas di jembatan ini tidak was-was.
“Kalau kendaraan roda dua sih tidak apa-apa, tapi untuk kendaraan roda empat ya harus berpikir dulu, jangan-jangan tambah ambrol, dan mencelakai pengendara,” jlentrehnya.
Sementara Oh Kepala Desa Kemiri, M. Suparlan mengatakan, terkait amblesnya jembatan Kebangkitan ini, pihaknya sudah melaporkan ke dinas PU Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Banyuwangi.
“Terkait ambrolnya jembatan Kebangkitan itu, saya sudah melaporkan ke Dinas PU, bahkan ada petugas yang datang ke sini, dan mengecek langsung,” kata M Suparlan.
Suparlan mengungkapkan kapan jembatan ini akan dibenahi agar bisa dilintasi kendaraan roda empat. Untuk masalah ini pihaknya tidak tahu, kapan jembatan itu akan dibenahi.
“Tinggal nunggu waktu saja,” jawabannya singkat.
Ambrolnya jembatan penghubung dua desa dan dua kecamatan ini, juga disayangkan oleh Pj Kepala Desa Kemiri, menurutnya dirinya sangat menyayangkan, jika jembatan tersebut dikerjakan dengan benar, kemungkinan tidak akan terjadi kejadian seperti ini.
“Baru dua tahun kok sudah rusak, kalau dikerjakan dengan benar, tidak mungkin jembatan itu bisa ambrol, seperti jembatan-jembatan lainnya yang masih berdiri kokoh meski umurnya sudah puluhan tahun,” dalihnya. (tut/yan)

















