SEKITAR KITA
Kader PKK Kecamatan di Sidoarjo Diberi Bekal Pelatihan Perawatan Jenazah

Memontum Sidoarjo – Kader PKK Sidoarjo, yang tersebar di sekitar empat kecamatan, meliputi Kecamatan Candi, Porong, Tanggulangin dan Kecamatan Jabon, partisipasi dalam pelatihan perawatan jenazah yang memiliki penyakit menular maupun komorbit. Pelatihan yang diikuti sebanyak 100 kader itu, digelar di Pendopo Balai Desa Lajuk, Kecamatan Porong – Sidoarjo, dengan menghadirkan nara sumber dari KUA Kecamatan Candi, M Zaim Afsokh.
“Khusus untuk jenazah yang mempunyai riwayat penyakit menular, dibutuhkan cara yang inten dalam perawatannya,” ujar Zaim Afsokh, yang juga sebagai penyuluh fungsional KUA disela acara pelatihan, Sabtu (19/03/2022).
Dirinya juga mencontohkan, ketika dalam merawat jenazah akibat Covid-19 dan juga jenazah yang meninggal akibat penyakit TBC. Termasuk, kekhususan seperti saat memakai baju pelindung mulai dari kepala sampai kaki. Pasalnya, itu sangat penting dalam menjaga penularan.
Baca juga:
- Gubernur Jatim Tinjau Gelaran Pasar Murah di Banyuwangi
- Bupati Malang Terima Kunjungan Kapolresta Malang di Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13
- Anggota Satgas TMMD Kediri Beri Materi Wawasan Kebangsaan untuk Siswa MI Al-Munir
- Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp 5,26 Miliar untuk Masyarakat Banyuwangi
- PBB 2026 Kota Malang Resmi Dibuka, Tak Ada Kenaikan dan Pembayaran Kian Praktis
“Kita utamakan keselamatan diri dan itu wajib. Pasalnya, sebelum memandikan jenazah, hal tersebut harus dilakukan bagi yang memandikan,” tuturnya.
Selain itu, tambahnya, jangan lupa memakai sarung tangan, sepatu boot, ketika memandikan jenazah. Lalu, gunakan sabun antiseptik. “Aturan tersebut, masih banyak yang tidak mengindakan,” paparnya.
Untuk jenazah yang sedang mengeluarkan darah dan nanah, ujarnya, disarankan agar memakai bahan pemutih baju. Karena, hal itu juga merupakan aturan medis.
Dalam pelatihan perawatan jenazah tersebut, juga diajarkan sampai mengkafani hingga memasukkannya ke dalam liang lahat. “Masih ada warga yang mendahulukan kepala jenazah menyentuh tanah liang lahat. Padahal, seharusnya kaki jenazah yang terlebih dahulu menyentuh tanah liang lahat. Itu disunnah, ketika memasukkan jenazah dengan kedua kaki terlebih dahulu ke dalam tanah,” terangnya. (zal/sit)
















