Hukum & Kriminal
Kakek Jenggrong Lumajang Meregang Nyawa usai Dibacok Sepulang Tahlilan, Polisi Masih Dalami Motif dan Pelaku

Memontum Lumajang – Belum terungkapnya aksi pembunuhan yang menimpa seorang kakek, yang teridentifikasi bernama Nasur, warga Dusun Lumpang, Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, membuat petugas kepolisian terus memutar otak untuk mengungkap pelaku berikut motif pembunuhan tersebut.
Maklum, hingga berselang dua hari peristiwa pembunuhan yang dilakukan orang tidak dikenal (OTD), polisi masih terus mendalami kejadian terkait siapa pelaku yang tega menghabisi nyawa korban.
Baca juga:
- HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru
- Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan
- Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026
“Kita masih melakukan pendalaman kejadian,” kata Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Fajar Bangkit Sutomo, Senin (23/08) tadi.
Sekedar diketahui, pada Sabtu (21/08) malam, korban ditemukan warga sudah tergeletak di tepi jalan dengan luka serius yang diduga kuat akibat sabetan benda tajam atau bacokan. Kejadian itu berlangsung, sesaat setelah korbannya sepulang dari tahlilan di jalan dusun setempat. “Iya, kejadiannya Sabtu,” tambah Kasatreskrim.
Sementara itu, diperoleh keterangan dari sekitar lokasi, bahwa korban sebenarnya adalah warga asal Probolinggo, yang kemudian menikah dan menetap di Jenggrong. Keseharian korban sendiri, memang sering di dalam rumah.
Tidak hanya itu, sebelum kejadian yang membuat korban meregang nyawa, diperoleh informasi jika korban juga pernah dibondet orang tidak dikenal. Akibat kejadian itu, bagian tangan korban mengalami luka dan cacat permanen.
“Kejadiannya waktu sepulang dari tahlilan, atau ada selamatan orang meninggal. Tiba-tiba saja, saat itu ada jeritan warga yang melihat korban sudah tergeletak di jalan. Sebenarnya, dahulu dia (korban, red) juga pernah dilempar Bondet, sampai tangannya tidak bisa ditekuk,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya. (adi/sit)
















