Berita Nasional
Kebutuhan Gizi dan Variasi Menu Program Makan Bergizi Gratis terus Dievaluasi

Memontum Kabupaten Malang – Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Noudhy Valdryno, menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, akan terus dievaluasi dan diperbaiki. Terlebih, program tersebut juga telah berjalan di berbagai kota dan kabupaten.
Dengan dilakukan evaluasi tersebut, maka nantinya dapat memastikan kebutuhan gizi dan variasi menu yang terpenuhi bagi anak-anak. Terlebih, program ini menyasar siswa siswi dari tingkat TK hingga SMA dan SMK.
“Dari dua minggu pelaksanaan, evaluasi terus dilakukan. Menu disesuaikan dengan angka kecukupan gizi dan di setiap titik Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) sudah ada satu ahli gizi untuk memastikan variasi menu tetap ada dan anak-anak tetap antusias menerima makanan,” kata Noudhy, saat melakukan kunjungan kerja di Lanud Abd Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Ditambahkannya, bahwa titik SPPG terus diperluas ke daerah-daerah yang membutuhkan. Setiap kepala, SPPG bertugas memprioritaskan sekolah-sekolah di sekitar titik tersebut, dengan jarak maksimal 30 menit untuk menjaga kesegaran makanan.
Baca juga :
“Sekolah yang membutuhkan akan didahulukan berdasarkan analisis SPPG,” tambahnya.
Terkait petunjuk teknis (Juknis) bagi pemerintah daerah, Noudhy menyebut bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) masih dalam tahap finalisasi juknis tersebut. “Juknis ini disesuaikan dengan keadaan di lapangan selama dua minggu pelaksanaan awal. Kami berharap juknis ini dapat segera diterbitkan dan berlaku di semua daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Veronica Tan, juga turun meninjau di Lanud Abd Saleh, memberikan apresiasi atas peran aktif masyarakat dalam mendukung program MBG. Apalagi, salah satu titik SPPG di Malang melibatkan ibu-ibu setempat dalam pengelolaan dapur sehat untuk mendistribusikan makanan ke 27 titik sekolah.
“Dapur di sini rapi sekali, dengan sistem yang disiplin. Kemudian potensi sayur segar dan kearifan lokal di Malang menjadi nilai tambah. Gotong royong yang terlihat sangat luar biasa,” ungkap Vero.
Selain distribusi makanan, Veronica juga menekankan pentingnya pendekatan edukasi kepada anak-anak penerima manfaat. “Anak-anak harus didampingi, diajak bermain, dan dididik melalui kegiatan menyenangkan. Ini menjadi bagian dari pembelajaran bersama,” imbuh Vero. (rsy/sit)















