SEKITAR KITA

Ketua Kwarda Jatim Lantik Pengurus Majelis Pembimbing Cabang, Kwartir Cabang dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka Situbondo

Diterbitkan

-

Ketua Kwarda Jatim Lantik Pengurus Majelis Pembimbing Cabang, Kwartir Cabang dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka Situbondo

Memontum Situbondo – Bertempat di Graha Amukti Praja Pendopo Kabupaten Situbondo, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur, HM Arum Sabil, menggelar pelantikan pengurus, Kamis (10/02/2022) tadi. Ada pun pengurus yang dilantik, diantaranya Pengurus Majelis Pembimbing Cabang, Kwartir Cabang dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka Situbondo Masa Bakti 2021-2026 dengan penanggung jawab Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Situbondo, Hj Khoirani.

Dalam kegiatan ini, turut hadir Bupati Situbondo, Karna Suswandi, yang juga dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Situbondo, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Situbondo, Hj Khoirani, Pasiminlog Puslatpur Marinir 5 Baluran, Kapten Mar Ketut, Pasiter Kodim 0823 Situbondo, Kapten Inf Hadi Sucipto, Kasat Binmas Polres Situbondo, Iptu Jembadi, S.H, Pengurus Kwarda Jatim serta Pengurus Mabicab, Kwarcab, dan Lembaga Pemeriksa Keuangan serta Kwarran gerakan Pramuka Situbondo.

Bupati Situbondo selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Pramuka, dalam sambutannya mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus gerakan Pramuka Kwartir cabang Situbondo masa bakti 2021-2026. Dirinya berharap, kedepannya semua dapat mengemban tugas dan amanah dengan lebih baik, serta memiliki semangat. Sehingga, mampu menjadi daya ungkit bagi semaraknya gerakan Pramuka di Kabupaten Situbondo.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Kwarda Jawa Timur, yang telah berkenan melantik pengurus. Karena meskipun dengan berbagai keterbatasan di masa pandemi Covid-19, masih bersemangat untuk mendorong perkembangan dan kemandirian gerakan Pramuka,” ujarnya.

Advertisement

Ditambahkannya, generasi muda Indonesia saat ini sedang mengalami krisis kebangsaan. Seperti degradasi moral dan etika memudarnya rasa nasionalisme dan jati diri bangsa. Untuk itu, gerakan Pramuka harus mampu menjelma menjadi agen perubahan sebagai salah satu pilar pendidikan bagi generasi muda.

“Pramuka harus terus kita arahkan untuk memantapkan komitmen generasi muda terhadap empat konsensus dasar dalam berbangsa dan bernegara,” imbuhnya.

Baca juga :

Dengan dilantiknya kepengurusan Pramuka Kwartir cabang Situbondo, Karna Suswandi berharap, untuk selalu merespon positif dan berpartisipasi aktif terhadap seluruh program dan kegiatan gerakan Pramuka di Kabupaten Situbondo. Sekaligus, menyempurnakan serta meningkatkan pendayagunaan potensi cabang yaitu sumber daya manusia, materi pendidikan, sistem pembinaan dan manajemen organisasi. Sehingga, gerakan Pramuka semakin mendapat perhatian dari generasi muda karena secara nyata mampu mencetak kaum muda cinta tanah air berpendidikan berwatak berkarakter dan berbudi pekerti luhur serta mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi.

“Perlu kami sampaikan kepada Ketua Kwarda Jatim, bahwa gerakan Pramuka Situbondo telah banyak melaksanakan kegiatan sosial dengan membangun rumah,” paparnya.

Advertisement

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil, dalam kesempatan itu mengajak Kementerian BUMN dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, menjadikan pabrik gula (PG) yang mati sebagai tempat edukasi bagi masyarakat. Dengan pertimbangan, dari pada pabrik itu tidak dimanfaatkan dan terbengkalai tidak terurus, maka Menteri BUMN bekerjasama dengan pemerintah daerah jadikan PG yang mati itu sebagai tempat edukasi. Sehingga, menjadikan semangat bahwa pabrik-pabrik ini mempunyai nilai ekonomis untuk masyarakat pedesaan.

“Letak geografis dan tanah di sini sangat bagus untuk ditanami tebu. Jadi, tidak heran bila Belanda itu mendirikan PG hingga enam tempat. Tebu ini termasuk tanaman pangan. Dan sudah menjadi icon Kabupaten Situbondo. Sehingga, harus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut Arum Sabil menginginkan, tantangan di masa yang akan datang tepatnya 30 tahun ke depan adalah masalah pangan dan energi. Sehingga, anggota Pramuka Situbondo harus mengambil peran disitu.

“Setiap anggota Pramuka harus mempunyai sifat kemandirian dan bermanfaat untuk orang lain. Masalah serius yang kita hadapi 30 tahun yang akan datang atau sekitar tahun 2050 adalah persoalan pangan dan energi,” bebernya.

Advertisement

Sehingga, menurut Arum Sabil, anggota Pramuka harus mampu berinovasi dalam bidang pertanian, perkebunan dan peternakan. “Karena di tahun itu (2050 -red), jumlah penduduk mengalami kenaikan. Sementara itu, lahan pertanian kita semakin sempit. Ini masalah besar yang kita hadapi,” imbuhnya. (her/sit)

Advertisement
Lewat ke baris perkakas