Kota Malang
Komunitas Ngaji Budaya, Ngaji Cangkrukan Minta Wali Kota Malang Terapkan Kembali Pendidikan Mulok

Memontum Kota Malang – Komunitas Ngaji Budaya Ngaji Cangkrukan, melakukan audiensi di ruang Sidang Balai Kota Malang, Senin (21/02/2022). Komunitas tersebut, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, agar menonjolkan karakter bangsa dengan memasukkan pendidikan Muatan Lokal (Mulok) ke dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
“Kita prihatin kepada adik-adik, bukan soal bagaimana karakter budaya mereka. Akan tetapi, kita ingin mereka paham soal budi pekerti, tata Krama dan nilai budaya lainnya,” ungkap salah satu sesepuh komunitas Ngaji Budaya, Ngaji Cangkrukan, Ki Damit.
Menanggapi audiensi tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan bahwa aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti. “Nanti akan kami tindak lanjuti terkait hal ini, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Secara substansinya, memang ini juga merupakan keresahan sudah lama,” ujarnya.
Baca juga :
- Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027
- Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon
- Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional
- Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian
- Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan
Wali Kota Sujiati menegaskan, bahwa karakter bangsa memang menjadi prioritas. Dimana jati diri bangsa akan dikuatkan, melalui Mulok ke dalam kurikulum pendidikan. “Jati diri bangsa kita kuatkan, agar berbudi luhur. Dengan cara seperti poin yang disampaikan dari komunitas Ngaji tadi, yaitu memuat muatan lokal ini kedalam kurikulum pendidikan,” tegasnya.
Dirinya menargetkan, ke depan budaya ke dalam kurikulum pendidikan Indonesia dan agar anak-anak memiliki jati diri bangsa Indonesia. (mg2/gie)
















