Kota Malang
Lanal Malang Siap Jalankan Program Makan Bergizi Gratis untuk Sasar Ribuan Siswa di 10 Sekolah

Memontum Kota Malang – Setelah mengalami beberapa kali penundaan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang, akan berlangsung pada Senin (03/02/2025) mendatang. Program tersebut, rencananya akan menyasar ribuan siswa dari 10 sekolah ditingkat SD dan SMP yang ada di Kota Malang.
Kepala Urusan Pengamanan dan Penggalangan (Kaur Pamgal), Didik Kurniawan, menyampaikan bahwa penundaan ini karena adanya kendala teknis, yakni keterlambatan alat makan atau ompreng. Namun, mengenai dapur dan tim sudah sepenuhnya siap menjalankan program tersebut.
“Kalau untuk peralatan dan dapur umumnya semuanya sudah siap. Dari Badan Gizi Nasional (BGN) juga memang minta di 3 Februari 2025, karena kalau saat ini kan sudah dipertengahan bulan,” kata Didik, Senin (20/01/2025) tadi.
Kemudian, ditambahkannya bahwa setiap harinya mulai Senin hingga Jumat, akan menyediakan sebanyak 3 ribu porsi. Terdiri dari nasi, sayur, buah dan susu. Dalam proses memasak, nantinya akan dimulai dari dini hari.
“Untuk masaknya setiap hari Senin sampai Jumat kurang lebih untuk tiga ribu porsi dan ini makannya untuk siang hari. Sekali masak kemampuan kami kurang lebih untuk seribu porsi, sehingga mulai masaknya dini hari. Setelah semua selesai, baru dropping ke masing-masing sekolah,” tambahnya.
Baca juga :
Sementara itu, Kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lanal Malang, Arista Yudianto, mengatakan bahwa untuk menu makanan di tiap harinya akan melibatkan BGN. Sehingga, menu makan dipastikan sesuai dengan standart gizi. Variasi menu juga dirancang tidak membuat siswa-siswi bosan.
“Nanti kita ganti-ganti tiap harinya, misalnya di hari Senin ayam, kemudian besoknya telur, lalu nanti ganti lagi ikan. Tapi tetap akan ada sayur dan buah. Untuk susu nanti dalam seminggu tiga kali, di hari Senin, Rabu dan Jumat,” kata Aris.
Meski persiapan hampir rampung, namun program tersebut masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan fasilitas penyimpanan bahan makanan dan transportasi sesuai standar BGN. Namun, pihak Lanal Malang optimis program MBG nantinya dapat berjalan dengan baik, mengingat dukungan dari berbagai pihak, termasuk distributor bahan makanan lokal.
“Untuk sementara, kami mengandalkan bahan dari distributor yang sudah disurvei. Tentu dengan kualitas yang baik. Namun, jika permintaan meningkat, kami akan menyesuaikan dengan kapasitas petani dan penyedia lokal,” imbuh Didik.
Program MBG di Malang merupakan bagian dari inisiatif nasional yang juga dilaksanakan di tujuh titik lainnya, seperti Lampung, Jakarta dan Biak. Lanal Malang menjadi salah satu dari dua pangkalan yang dipercaya menjalankan program MBG tersebut. (rsy/sit)











