Kota Malang
Masuki Minggu Ke-7, Revitalisasi Alun-Alun Tugu Kota Malang Lebih dari 28 Persen

Memontum Kota Malang – Memasuki minggu ke tujuh revitalisasi Alun-Alun Tugu Kota Malang, kini sudah mencapai 28,125 persen. Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Ruang Terbuka Hijau (RTH), Laode K B Al Fitra, Rabu (02/08/2023) tadi.
Pria yang kerap disapa Laode, menyampaikan bahwa secara fisik pembangunan tersebut saat ini sudah melebihi dari yang ditargetkan. Terlebih, dengan telah membangun bunker, pedestrian dan persiapan penanaman.
“Sampai Senin kemarin, itu sudah masuk minggu ke tujuh dan sudah mencapai 28,125 persen. Target minggu ke enam itu 22,523 persen, tapi itu sudah mencapai 24,441 persen per 26 juli kemarin. Secara fisik, pembangunannya sudah melebihi target,” kata Laode.
Baca juga :
- Puluhan Bidang Aset Diajukan untuk Koperasi Merah Putih, BKAD Sebut Terkendala Status RTH dan LSD
- Wali Kota Malang Buka Peluang Rekrut Pejabat dari Daerah Lain Lewat Manajemen Talenta
- Dorong Percepat Pengisian Jabatan Kosong, Wali Kota Malang Lantik 50 Pejabat
- Pemkab Jember Serahkan 23 Truk dan 25 Pickup untuk Dukung Operasional KDKMP
- Bapenda Kota Malang Pastikan PKB Tak Naik, Realisasi Opsen Sudah Capai 39,3 Persen
Ditambahkannya, jika deviasi positif atau percepatan pada minggu ke enam telah mencapai 1,918 persen. Pihaknya menargetkan, per Kamis (03/08/2023) besok, sudah mencapai 30 persen dan bahkan bisa lebih dari yang ditargetkan.
“Targetnya dalam minggu ke tujuh ini 30 persen. Hari ini sudah 28 sekian persen dan dipastikan di hari Kamis besok ini targetnya akan terlampaui, akan melebihi 30 persen. Ada peningkatan deviasi dua sampai tiga persen,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, mengapresiasi kinerja tim dalam menjalankan proyek revitalisasi tersebut. Menurutnya dengan adanya deviasi tersebut, menunjukkan komitmen dan profesionalisme penanggungjawab proyek, dalam melaksanakan kewajibannya.
“Progres fisiknya juga sudah bagus. Ada perbedaan yang positif antara timeline yang diajukan dalam rancangan pembangunan. Terhadap hasil di lapangan. Ada deviasi. Artinya, yang terjadi di lapangan itu sudah melampaui target yang ada,” tegas Rahman. (rsy/sit)











