Connect with us

KREATIF MASYARAKAT

Mengintip Resep Nasi Kuning ala Ibu Rumah Tangga di Trenggalek

Diterbitkan

||

Mengintip Resep Nasi Kuning ala Ibu Rumah Tangga di Trenggalek
KUNING: Nasi kuning buatan Ibu Rumah Tangga asal Trenggalek, Siska. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Siapa yang tak kenal nasi kuning. Nasi kuning merupakan salah satu makanan khas Indonesia, yang berbahan dasar selain dari beras yang dimasak, juga ada kunyit serta santan dan rempah-rempah. Tambahan bumbu-bumbu dan santan inilah, yang membuat nasi kuning memiliki rasa yang lebih gurih ketimbang nasi putih.

Memontum.com yang berkesempatan mengintip proses pembuatan nasi kuning di dapur milik Siska (37) warga Kelurahan Kelutan, Kabupaten Trenggalek, pun mencoba mengetahui lebih dalam. “Kalau nasi kuning, itu hampir sama dengan nasi gurih lain. Hanya saja, untuk pewarnanya adalah memakai kunyit. Jadi, untuk bahan-bahannya ada beras, santan, daun jeruk, daun salam, daun pandan, serai, kunyit, jahe, garam dan penyedap rasa,” kata Siska saat dikonfirmasi, Selasa (24/05/2022) siang.

Untuk proses pembuatannya, pertama-tama beras dicuci sampai bersih. Sebelumnya, siapkan santan dan masukkan semua rempah-rempah atau bahan yang sudah disebutkan di atas.

Tunggu santan sampai mendidih, kemudian masukkan beras yang sudah dicuci bersih. Dan masak sampai air menyusut.

Baca juga:

“Selanjutnya, nasi dalam bentuk karon (setengah matang) ini dikukus sekitar 40 sampai 45 menit. Atau, sampai nasi matang sempurna,” imbuhnya.

Umumnya, ada beberapa sayur dan lauk pendamping nasi kuning ini. Diantaranya orek tahu atau tempe, mie atau bihun, serundeng, ayam goreng, perkedel kentang hingga telur dadar atau telur balado.

Nasi kuning ini adalah salah satu hidangan yang terkenal akan cita rasa yang lezat dan juga isian yang lengkap. “Karena rasanya yang enak dan cocok di lidah semua orang, nasi kuning ini bisa menjadi pilihan menu untuk sarapan maupun makan siang,” ucap Siska.

Ibu dua anak ini juga mengaku, sering menerima pesanan nasi kuning baik berupa tumpengan atau box. Untuk harga yang dibandrol pun, cukup ramah di kantong.

Nasi kuning berbentuk tumpeng lengkap dengan sayur, lauk dan lalapan dibandrol dengan harga mulai dari Rp 200 ribu hingga 300 ribu. Sedangkan nasi kuning dalam box, dipasarkan seharga Rp 20 ribu hingga 30 ribu.

“Harga itu tergantung jenis lauk dan sayurnya. Kita sesuaikan saja harganya dengan permintaan pembeli. Jadi, pembeli mau request sayur atau lauk apa, akan kita layani,” tuturnya.

Siska menambahkan, keahlian memasaknya ini diturunkan oleh ibunya. Sebelumnya, sang ibu juga memiliki bisnis catering dengan banyak pelanggan.

Namun, mengingat pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa tahun terakhir, membuat usahanya itu tutup untuk sementara waktu. “Karena sekarang saya tinggal bersama suami, saya memilih mengembangkan usaha itu. Hitung-hitung bisa buat nambah penghasilan di samping jadi ibu rumah tangga,” papar Siska.

Atas kerja kerasnya, saat ini wanita berhijab ini sudah memiliki pelanggan setia. Nasi kuning buatannya itu, banyak dicari untuk melengkapi berbagai acara. Salah satunya acara ulang tahun ataupun selamatan. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.