Kota Malang
Menjelang Tahun Politik 2024, Wawali Kota Malang Imbau LVRI Tempatkan Posisi Netral

Memontum Kota Malang – Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengimbau kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) agar tetap netral dalam proses menuju tahun politik tahun 2024 mendatang. Sebab, peran dari organisasi LVRI sendiri dinilai sangat penting.
Menurut Bung Edi, salah satu misi dari LVRI sebagai organisasi, yakni menjaga persatuan dan kesatuan. Dirinya tidak ingin, dengan adanya keberpihakan partai politik, nantinya menjadikan perpecahan antar masyarakat.
“Ada himbaun kalau LVRI itu netral tidak berpihak pada salah satu politik. Maka, dihimbau gunakan hak politik secara personal dalam memilih pemimpin, wakil, dan sebagainya. Karena peran LVRI tetap menjaga persatuan dan kesatuan,” ujar Bung Edi, Selasa (10/01/2023) tadi.
Menurut Bung Edi, salah satu poin penting dalam tahun politik nanti, harus sama-sama saling menjaga. Agar pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar, aman, demokratis, jujur, adil dan hak warga negara semua dapat diwadahi dalam proses pemilihan tersebut.
Baca juga:
- Polemik Perizinan Aston, DPRD Kota Malang Sebut Keputusan Final Dijadwalkan Pekan Depan
- Bupati Banyuwangi Pantau Progres Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat
- Temukan Batu Batolit yang Diduga Watu Dakon, Disparbud Kabupaten Malang Sebut Perlu Kajian
- Pelantikan 8 JPTP Kota Malang Tunggu Keputusan Wali Kota, BKPSDM Sebut Nama Sudah Masuk Boks Talenta
- Perkuat Lumbung Pangan Jatim, Sektor Pertanian Kabupaten Jember Semakin Produktif
“Pesta demokrasi nanti diharapkan harus sukses, oleh karena itu harus dijaga bersama-sama. Termasuk juga hak warga negara termasuk LVRI semuanya diwadahi dalam proses pemilihan itu,” katanya.
Sejalan dengan itu, Dewan Pertimbangan LVRI Kota Malang, Letnan Kol (Purn) Machmud, mengatakan jika posisi dari organisasi LVRI menjelang tahun politik 2024 adalah netral, tanpa keberpihakan. “Legiun veteran tidak menyinggung masalah tahun politik 2024. Itu artinya, kita akan tetap netral. Legiun itu kelompok pejuang, bukan persatuan. Jadi, kalau orangnya anggota LVRI dan ingin berpartisipasi, silahkan saja,” imbuh Machmud. (rsy/sit)
















