Jember

Mensos Khofifah Prihatin Kekerasan Seks Anak, 87 % Dilakukan Orang Dekat

Diterbitkan

-

Kemensos Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan pemaparan penelitian tentang Anak dan Perilaku.

Memontum Jakarta—-Khofifah Indar Parawansa Menteri Sosial, mengungkapkan faktor determinan yang mempengaruhi anak melakukan kekerasan seksual kepada anak, adalah pornografi (43%), pengaruh teman (33%), pengaruh narkoba/obat (11%), pengaruh historis pernah menjadi korban atau trauma masa kecil (10%) dan pengaruh keluarga (10%) juga berperan penting.

Hal tersebut langsung disampaikan Mensos dalam Konferensi Pers pemaparan Hasil Penelitian tentang Kekerasan Seksual Anak Terhadap Anak. Penelitian ini dilakukan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta (B2P3KS) bekerja sama dengan _End Child Prostitution, Child Pornography & Trafficking Of Children For Sexual Purposes (ECPAT) Indonesia di Jakarta, Jumat (1/12/2017).


Penelitian ini sudah dilakukan di lima wilayah yakni Jakarta Timur, Magelang, Yogyakarta, Mataram dan Makassar. Penelitian dengan metode wawancara mendalam dilakukan terhadap 49 anak yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak, orangtua, guru, kepala panti, Pekerja Sosial dan stakeholder pemangku kebijakan wilayah.

“Saya sendiri turun dan bersosialisasi ke Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) yang ada di bawah koordinasi Kemensos di sejumlah daerah di Indonesia. Secara terpisah saya juga bertemu korban dan pelaku. Hasilnya lebih dari 50 persen kasus kekerasan seksual anak dilakukan oleh anak. Maka saya minta agar dilakukan penelitian secara detail dan menyeluruh. Kenapa mereka sampai ketagihan bahkan sampai melakukan kekerasan dan pemaksaan,” ungkap Khofifah dalam wawancara singkat.

Hasil penelitian, lanjutnya, juga menunjukkan pelaku kekerasan seluruhnya berjenis kelamin laki-laki dengan rata-rata usia 16 tahun. Kekerasan seksual dilakukan oleh pelaku melalui melalui paksaan (67%) sementara itu bentuk kekerasan yang dilakukan berupa sentuhan/rabaan organ sensitif (30%) hingga hubungan badan (26%). Mayoritas pelaku masih tinggal dengan orang tua (61,22%). Tempat terjadinya kekerasan seksual diantaranya di rumah teman (30,56%) dan di rumah korban (19,44%). Mayoritas pelaku dan korban telah saling kenal sebelumnya (87%).

Advertisement

Korban kekerasan seksual anak terungkap bahwa rentang usia mereka adalah 5–17 tahun. Karakteristik korban sebanyak 35,44% bersifat pendiam, cengeng dan pemalu. Sebanyak 24,05% bersifat hiperaktif dan bandel dan sebanyak 13,92% senang berpakaian minim dan kekinian.

“Sementara dari sisi karakteristik sosial ekonomi keluarga baik pelaku maupun korban menunjukkan bahwa 55% merupakan keluarga yang didampingi dua orang tua dan 45% merupakan keluarga cerai atau broken home atau ditinggal meninggal orang tua,” terang Khofifah menjabarkan.(Lum/yan)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas