Kota Malang
Meriahkan Kemerdekaan, Pemkot Malang Gelar Lomba Olah Raga Tradisional dan Futsal

Memontum Kota Malang – Memeriahkan Hari Kemerdekaan ke-77 RI, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar berbagai macam lomba selama dua hari atau hingga Jumat (19/08/2022) besok. Beberapa lomba tersebut, diantaranya olah raga tradisional hingga futsal, yang diselenggarakan di Stadion Gajayana Kota Malang.
Salah satu panitia, Mulyono, mengatakan bahwa acara ini merupakan tempat untuk berinovasi, berkreasi dan bersolidaritas, dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Malang. “Karena di tahun 2022 ini merupakan tahun yang kritis. Maka kita harus kembali membangkitkan semangat teman-teman di lingkungan Pemkot Malang. Mulai dari membangkitkan solidaritas dan komitmen. Karena yang dituju adalah sejahtera dan pada akhirnya makmur,” jelas Mulyono, Kamis (18/08/2022) tadi.
Dikatakannya, bahwa pemerintah menjadi agen pembangunan yang harus terus didukung. Apalagi, saat ini zaman semakin maju, maka para komunitas, serta milenial yang kreatif harus mendorong menjadi agen perubahan.
Baca Juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
“Kita boleh berpikiran secara lokal, tetapi hasilnya harus mengglobal. Jadi temen-temen komunitas, serta milenial itu semua harus mendorong untuk menjadi agen perubahan, agen pembaharuan, agen inovasi sehingga tidak tertinggal,” tuturnya.
Maka, dalam kegiatan lomba tersebut seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Malang, dilibatkan. Termasuk juga para jajaran samping, seperti Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Malang, Perbankan, TNI dan Polri. “Ini semua kita libatkan, termasuk jajaran samping, dan secara terbatas temen-temen yang lainnya juga kita libatkan,” lanjutnya.
Selain itu, dijelaskan bahwa dengan berlangsungnya lomba yang dilakukan selama dua hari tersebut, para ASN tidak dibebas tugaskan. Karena menurutnya, saat ini bekerja dari mana saja bisa dilakukan, tidak selalu di kantor.
“Tidak di bebas tugaskan, karena kita pelayan masyarakat. Jadi berkesempatan untuk menggeser waktu kerjanya. Sekarang ASN didorong menjadi pekerja dari mana saja. Artinya kalau butuh laptop ya laptopnya di bawa, dan sekarang komunikasi mudah lewat handphone (HP),” katanya.
Dalam kegiatan lomba tersebut, menurutnya yang paling penting untuk dicari yakni keberanian dalam berpartisipasi. Sehingga, hal itu menjadi pemicu untuk pertumbuhan bagi masing-masing OPD di Kota Malang. “Saya menggawangi teman-teman ini bahwa yang penting bukan hadiah, tetapi mereka harus kompak bersama, ini juga bentuk silaturahmi,” tambahnya.
Sebagai informasi, untuk lomba yang diadakan tersebut, ada lima macam lomba, diantaranya, futsal, dagongan, gobak sodor, terompah panjang, egrang dan lomba suporter kreatif. (rsy/gie)
















