Bondowoso
Minimalisir Korban Bencana, Pemkab Bondowoso Luncurkan Sikaban

Memontum Bondowoso – Pemkab Bondowoso melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meluncurkan aplikasi Sikaban (Sistem Informasi Tanggap Bencana), Rabu (27/04/2022) tadi. Hadir langsung dalam peluncuran itu, Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin.
Disampaikan Bupati Bondowoso, peluncuran aplikasi Sikaban tahun 2022, mengambil tema ‘Keluarga Tangguh Bencana Pilar Bangsa Menghadapi Bencana’. “Kesiapsiagaan bencana harus dibangun dari lingkungan yang terkecil. Mulai dari masing-masing individu, keluarga, komunitas dan seterusnya,” kata Kyai Salwa-sapaan Bupati Bondowoso.
Budaya sadar bencana, lanjutnya, harus dilakukan oleh semua pihak. Penanggulangan bencana, bukan hanya merupakan tanggungjawab pihak tertentu. Tetapi, merupakan tanggung jawab kita semua.
Baca juga :
- Bupati Sanusi Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup
- Masuk Peringkat 7 Besar Nasional, Wali Kota Malang Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kota Bersih
- Gudang Bulog dan TBBM Jadi Sasaran Pemantau Bupati dan Forkopimda Banyuwangi Hadapi Lebaran
- Pemkot Malang Siapkan Pendanaan Revitalisasi Pasar Besar dengan Skema KPBU
- PBI Dinonaktifkan, BPJS Malang Pastikan Warga Tak Mampu Bisa Aktifkan Kembali Kepesertaan
Ditambahkannya, tujuan dari diluncurkannya aplikasi Sikaban ini, adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kewaspadaan sebelum bencana terjadi dilingkungannya. Perkembangan Informasi dan Tehnologi (IT), sangat membantu kita untuk mengetahui lebih awal bencana yang akan terjadi. Sehingga, dapat meminimalisir jumlah korban akibat bencana.
“Dengan memanfaatkan IT, Pemkab meluncurkan Aplikasi Sikaban. Aplikasi ini juga bisa dijadikan media pelaporan kejadian bencana yang terjadi di Bondowoso,” kata Kyai Salwa.
Di tempat yang sama, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Dadan Kurniawan berharap, menambahkan bahwa dengan diluncurkannya Aplikasi Sikaban, maka dapat memberikan informasi awal tentang bencana, baik bagi masyarakat maupun wisatawan. “Aplikasi Sikaban diluncurkan untuk memberikan edukasi pada masyarakat, agar lebih awal mengenal gejala bencana di wilayah masing-masing. Sehingga, memperkecil jumlah korban yang lebih besar,” kata Dadan-sapaannya. (zen/sit)
















