Banyuwangi
Modus Penipuan Catut Nama Pejabat Marak di Banyuwangi
Memontum Banyuwangi— Beberapa hari terakhir kalangan pejabat di wilayah Kecamatan Muncar, mendapat telepon gelap dari seseorang yang mengaku Kapolsek setempat. Penelpon gelap itu mengaku sedang butuh pinjaman uang, dan meminta semua pejabat yang diteleponnya untuk mengirimkan uang yang dimintanya.
Salah satunya Camat Muncar, Lukman Hakim. Dia mengaku sudah tiga hari terakhir kerap menerima panggilan di telepon selulernya yang mengaku sebagai Kapolsek Muncar Kompol Toha Choiri. Disetiap menelpon, pelaku mendesak kepadanya untuk meminjami sejumlah uang dalam jumlah tertentu.
“Sudah tiga hari terakhir ini semua pejabat di wilayah Muncar, mulai dari Sekretaris Desa, Kepala Desa sampai saya sendiri menerima telepon gelap yang mengaku sebagai Bapak Kapolsek meminta untuk dipinjami uang. Tapi saya abaikan, karena saya tahu persis itu bukan Bapak Kapolsek,” terangnya ditemui di kantornya, Selasa (19/12/2017).
Dia menghimbau kepada semua lapisan masyarakat juga pejabat di wilayah Kecamatan Muncar untuk waspada dan berhati-hati jika menerima panggilan serupa. Karena sangat mungkin hal itu salah satu modus penipuan yang mencatut nama Kapolsek.
“Sebab itu saya himbau kepada semua jajaran pejabat di wilayah Muncar untuk berhati-hati jika menerima telepon yang mencurigakan ,” imbaunya.
Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banyuwangi Zen Kostoloni mengaku menerima laporan serupa. Bedanya, penelpon gelap itu mengaku salah satu pejabat teras di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Bahkan salah satu Kepala Desa di Banyuwangi menjadi korbannya.
“Salah satu Kepala Desa melaporkan jika menerima telepon yang mengaku pejabat di Pemkab Banyuwangi dan memintanya untuk kirim uang Rp 20 juta,” pungkasnya. (rul/yan)










