Lumajang
Pastikan Kondisi dan Logistik Pengungsi Aman, Bupati Lumajang Tinjau Warga Pronojiwo

Memontum Lumajang – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, meninjau lokasi posko pengungsian dan memastikan kebutuhan logistik untuk warga di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Selasa (06/12/2022) tadi. Tidak hanya itu, bersama beberapa Forkopimda, dirinya juga meninjau dapur umum yang terletak di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Pronojiwo, Selasa (06/12/2022).
Peninjauan itu sengaja dilakukan, selain untuk mengetahui kondisi warga di lokasi pengungsian dalam keadaan aman, juga untuk memastikan kebutuhan selama di lokasi. Hal ini, karena akses lokasi pengungsian warga, terputus akibat erupsi Semeru. Sehingga, untuk kebutuhan warga tidak bisa maksimal dan sementara koordinasi dengan Pemkab Malang, BPBD dan PMI Kabupaten Malang.
“Terima kasih, kami sudah dibantu,” ujar Cak Thoriq, disela peninjauan.
Baca juga:
- Bupati Sanusi Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup
- Masuk Peringkat 7 Besar Nasional, Wali Kota Malang Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kota Bersih
- Gudang Bulog dan TBBM Jadi Sasaran Pemantau Bupati dan Forkopimda Banyuwangi Hadapi Lebaran
- Pemkot Malang Siapkan Pendanaan Revitalisasi Pasar Besar dengan Skema KPBU
- PBI Dinonaktifkan, BPJS Malang Pastikan Warga Tak Mampu Bisa Aktifkan Kembali Kepesertaan
Dalam kesempatan itu, Bupati Lumajang juga menerangkan bahwa kebutuhan logistik terutama untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, cukup. Termasuk, bagi relawan yang bertugas selama membantu warga.
“Jadi karena kapasitasnya untuk sekali masak bisa 1000 bungkus, maka ini sudah memenuhi,” terangnya.
Selain meninjau dapur umum, dalam kesempatan sama dirinya bersama Kapolres Lumajang juga melihat dampak material awan panas Semeru. “Untuk Jembatan Gantung Gladak Perak, itu masih belum memungkinkan untuk dijadikan jalur umum. Karena, itu masih ada bekas longsoran dan jalan bebatuan, yang itu bisa mengkhawatirkan pengguna jalan. Untuk arah Curah Kobokan, sedang dibuatkan jalur dan saat ini beberapa alat berat sudah berada di Kajar Kuning,” ujarnya. (kom/adi/sit)
















