Jember

Pemkab Jember Siapkan 1282 Gerobak Cinta untuk Kuatkan Ekonomi Kerakyatan

Diterbitkan

-

DESAIN: Model gerobak atau rombong cinta program Pemkab Jember. (pemkab for memontum)

Memontum Jember – Program strategis Bupati Jember, Muhammad Fawait, satu persatu terus terealisasi. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) mewujudkan Program Gerobak dan Rombong Bantuan Cipta Tangguh (Gerobak Cinta).

Program ini, bagian dari strategi penguatan ekonomi kerakyatan di daerah. Pemkab Jember sendiri, menargetkan pertumbuhan ekonomi Jember pada 2025 berada di kisaran 5,3 hingga 5,5 persen melalui penguatan basis ekonomi rakyat tersebut.

Bupati Fawait menyebut, bahwa program ini sebagai bagian dari visi besar pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi mikro dan menata wajah kota. “Kami ingin wajah kota hidup, PKL tertata, UMKM kuat dan masyarakat sejahtera,” ujarnya, Kamis (06/11/2025) tadi.

Arah kebijakan ekonomi Jember, menurut Bupati Fawait, berfokus pada tiga hal. Yakni, penguatan ekonomi mikro, peningkatan daya saing UMKM dan penciptaan ekosistem usaha inklusif berkelanjutan.

Advertisement

“Di balik rombong sederhana itu, ada keluarga yang menggantungkan harapan. Gerobak Cinta bukan sekadar alat berdagang, tetapi simbol keadilan ekonomi dan cinta pemerintah untuk rakyatnya,” tambah Bupati Fawait.

Sementara itu, Kepala Diskopum Jember, Sartini, menjelaskan bahwa Gerobak Cinta tidak sekadar bantuan sarana untuk berdagang. Namun sebagai bagian dari intervensi langsung untuk memperkuat ketahanan ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pedagang kaki lima (PKL), serta pedagang bahan pangan (mlijo).

Baca juga :

Menurutnya, program ini adalah langkah konkret Bupati Fawait dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. “Ini upaya konkret untuk menciptakan lapangan kerja dan menjaga stabilitas perputaran ekonomi harian,” kata Sartini.

Fitur atau fasilitas gerobak dalam program ini, dilengkapi dengan kotak pendingin terintegrasi guna mengurangi tingkat kerusakan bahan pangan seperti ikan, ayam dan daging. Dengan sistem penyimpanan yang lebih efisien, pedagang diharapkan mampu menekan kerugian dan meningkatkan pendapatan harian.

Advertisement

Sartini menambahkan, saat ini sektor perdagangan besar dan eceran telah menyumbang sekitar 14,82 persen terhadap PDRB Jember. Sebab, saat ini banyak pelaku usaha mikro masih menghadapi keterbatasan modal dan sarana. Secara tegas, program ini diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Berdasarkan Data Tunggal Sensus Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2025, dari total 2.800 data awal, terdapat 1.282 penerima bantuan yang ditetapkan, dengan fokus pada masyarakat berpenghasilan rendah (desil 1–5). Program tahap awal ini, mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12,5 miliar.

Berdasarkan proyeksi Diskopum, peningkatan efisiensi yang dihasilkan dari penggunaan gerobak baru dapat menaikkan omzet harian pedagang hingga 15–20 persen. Jika dihitung secara agregat, potensi tambahan perputaran ekonomi dari 1.282 penerima bantuan diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,2 miliar per bulan.

Tahap awal penyaluran bantuan difokuskan di kawasan pusat kota, sejalan dengan kebijakan penataan PKL dan revitalisasi ruang publik. Program Gerobak Cinta sendiri, akan berlanjut dengan dukungan tambahan berupa pelatihan usaha, akses permodalan, serta digitalisasi pemasaran. (kom/rio/gie)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas