Kota Malang

Pemkot Malang Gelontor Tiap Kecamatan dengan Pelaksanaan Pasar Murah

Diterbitkan

-

KETERANGAN: Wali Kota Malang bersama Forkopimda di sela pelaksanaan Pasar Murah di Lapangan Merjosari. (memontum.com/cw1)

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, launcing program Pasar Murah di Lapangan Merjosari, Kota Malang, Selasa (11/03/2024) tadi. Program yang menyasar seluruh kecamatan di Kota Malang, ini merupakan salah satu upaya Pemkot Malang memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama Bulan Ramadan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa di Bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri, kerap kali terjadi kenaikan harga bahan pokok. Karenanya, pihaknya memastikan melalui Pasar Murah ini, masyarakat dapat mendapatkan komoditas dengan harga murah dibandingkan pasar maupun toko diluar.

“Bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga komoditas biasanya mengalami kenaikan. Sehingga, kami menginisiasi program ini untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat sekitar, agar mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau,” kata Wali Kota Wahyu, Selasa (11/03/2024) tadi.

Program yang akan berjalan lima hari ke depan di seluruh kecamatan ini, tambahnya, akan menyasar masyarakat di Kota Malang, khususnya menengah ke bawah. Agar pelaksanaan Pasar Murah dapat berjalan secara efektif dan efisien, pihaknya juga memberlakuan batas maksimal pembelian.

Advertisement

Baca juga :

“Sasarannya kami yaitu semua masyarakat, terkhusus masyarakat menengah ke bawah. Dan sebagai upaya optimalisasi, kami memberikan batasan pembelian komoditas,” ungkapnya.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, secara terpisah membeberkan terkait komoditi yang dijual adalah merupakan kebutuhan sehari-hari yang sedang mengalami kenaikan. Dan tentunya, harga yang ditawarkan dipastikan lebih murah dibanding harga pasaran.

“Diantaranya ada beras SPHP, gula, telur, minyak goreng, garam dan masih banyak lagi. Kalau cabai, belum ada karena lewat masa panen,” tambahnya.

Seorang pembeli, Nela, mengatakan bahwa untuk harga memang lumayan turun bila dibandingkan dengan harga pasaran. Walaupun, dalam setiap pembeliannya ada batasan maksimal yang ditentukan.

Advertisement

“Saya dapat harga Rp 56 ribu, sedangkan di luar harganya masih di atas Rp 60 ribu. Namun di sini, batas pembeliannya untuk satu orang hanya boleh beli maksimal 3 sak atau 15 kilogram,” jelasnya. (cw1/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas