Kabupaten Malang

Pengendalian Harga Pangan Jelang Nataru, Wabup Malang Pimpin HLM Tim Pengendali Inflasi Daerah

Diterbitkan

-

HLM: Wabup Malang dalam pelaksanaan HLM TPID. (pemkab for memontum)

Memontum Malang – Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, memberikan arahan dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Malang, di Ruang Rapat Anusapati, Rabu (10/12/2025) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Forkopimda Kabupaten Malang, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Malang, anggota TPID Kabupaten Malang, Kepala BPS Kabupaten Malang, Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional Malang, PT Pertamina TBBM Malang, KPPN Malang, DPC Hiswana Migas Malang hingga Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Malang.

Membuka pelaksanaan HLM, Wakil Bupati Malang mengajak seluruh hadirin untuk sejenak menundukkan hati dan pikiran, guna memanjatkan doa bagi saudara-saudara di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh, yang tengah menghadapi musibah bencana. Dirinya menegaskan, bahwa sebagai satu bangsa, duka mereka adalah duka kita bersama.

Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Malang tercatat meningkat 0,12 poin, dari 0,40 pada minggu ketiga November menjadi 0,52 pada minggu keempat November 2025. Kenaikan ini, mengindikasikan adanya penguatan tekanan harga, khususnya pada komoditas pangan yang permintaannya meningkat menjelang libur panjang.

Baca juga :

Advertisement

“Meski demikian, inflasi Kabupaten Malang masih berada dalam tren yang relatif terkendali, jika dibandingkan dengan kondisi inflasi nasional maupun Provinsi Jawa Timur. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, mengingat setiap kenaikan harga pangan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) berpotensi menekan daya beli dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata Wabup Malang.

Ditambahkannya, HLM yang digelar menjadi momentum strategis untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus keterjangkauan harga di Kabupaten Malang. Proyeksi neraca pangan tahun 2025 juga menunjukkan bahwa sejumlah komoditas strategis berada dalam kondisi aman, antara lain daging ayam, telur, bawang merah, aneka cabai, dan minyak goreng. Stok beras, jagung, dan gula pun tercatat dalam kapasitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Malang.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada TPID Kabupaten Malang, atas upaya maksimal dalam menjaga stabilitas harga. Berbagai langkah konkret telah dilakukan, mulai dari monitoring harga dan stok di 21 pasar rakyat, Sidak distribusi Bapokting, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, penguatan distribusi MinyaKita, hingga penanaman jagung serentak, panen raya, penyediaan sarpras pertanian, serta penguatan komunikasi publik melalui monitoring harga harian,” ujarnya.

Disampaikan Wabup Malang, bahwa pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, tetapi merupakan kerja besar untuk melindungi kesejahteraan masyarakat, menjaga kepastian ekonomi daerah dan memastikan stabilitas sosial menjelang hari raya. Wabup Malang berharap, TPID Kabupaten Malang terus menjadi tim yang solid, responsif dan adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi, khususnya menjelang tahun 2026. (pro/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas