Surabaya

Peringati Hari Gizi, Mahasiswa Unusa Ajak Fun Cooking

Diterbitkan

-

Peringati Hari Gizi, Mahasiswa Unusa Ajak Fun Cooking

Oleh sebab itu, Dosen Unusa ini mengatakan, jika ada baiknya bagi para orang tua untuk mulai mencermati makanan dan minuman anak yang mengandung gizi dalam keadaan alami.

“Untuk mengetahui status gizi dan kesehatan anak secara menyeluruh dapat dilihat mulai dari penampilan umum (berat badan dan tinggi badan), tanda-tanda fisik, motorik, fungsional, emosi dan kognisi anak. Berdasarkan pengukuran antropometri, maka anak yang sehat, bertambah umur, bertambah berat dan tinggi dikaitkan dengan kecukupan asupan makronutrien, kalsium, magnesium, fosfor, vitamin D, yodium dan seng,” jelasnya.

Kaprodi Studi Gizi Unusa ini juga berpesan kepada wali murid TK Khadijah agar mengetahui fase pertumbuhan anak sejak dini. Sebab, pada usia 0-6 tahun anak mengalami pertumbuhan cepat, usia 6-2 tahun pertumbuhannya datar, sementara usia 12-18 tahun anak mengalami pertumbuhan cepat.

“Pada usia 0-6 tahun pertumbuhan otak anak mencapai 95 persen. Di atas usia 6 tahun, perkembangan otaknya hanya lima persen. Karena itu, usia 0-6 tahun merupakan fase penting bagi anak atau windows of opportunity. Pada masa ini, nutrisi dan eksperimen orang tua dibutuhkan anak,” pesannya.

Advertisement

Sementara itu, Nisa’ Hidayah, Ketua Himpunan Mahasiswa Gizi Unusa mengatakan, dari penyuluhan gizi seimbang ini wali murid dapat memahami akan pentingnya gizi seimbang terhadap anak.

“Penyuluhan gizi seimbang untuk anak TK, supaya para orang tua dapat menyiapkan bekal anak yang sehat, yang dipilih dari hasil yang terbaik. Makanan dan minuman dengan kandungan gizi dalam keadaan alami berperan penting bagi tumbuh kembang anak. Gizi seimbang dibutuhkan tubuh dan dapat diserap dengan baik oleh sistem pencernaan,” jelasnya.

Nisa’ menambahkan, jika dalam riset dikti mengenai peningkatan derajat masyarakat atau orang tua yang belum memahami akan komposisi dari gizi seimbang. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat khususnya orang tua mengerti akan prinsip gizi seimbang untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Gizi seimbang dalam satu piring ada sumber karbo, protein, lemak, mineral, dan disesuaikan dengan umur, berat badan, tinggi badan,” imbuhnya.

Advertisement

Selain itu, Erma Trisuryanti (39), wali murid dari Abricam Octavian Athaallah (5) dalam perayaan Hari Gizi Nasional membuat sebuah makanan bento berbentuk dinosaurus. Menurutnya, dengan adanya penyuluhan dari mahasiswa Unusa dapat memberikan wawasan kepada ibu-ibu akan kandungan apa saja yang penting untuk anak usia 0-6 tahun.

“Komposisi dalam makanan. Sebenarnya sudah tahu, tapi karena kesibukan yang susah. Untuk kedepannya saya akan semaksimal mungkin saya usahakan tetap yang terbaik untuk anak saya,” pungkasnya. (est/ano/yan)

Laman: 1 2

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas