Kabupaten Malang
DPUBM Kabupaten Malang Tingkatkan Antisipasi Dampak Bencana pada Infrastruktur

Memontum Malang—-Untuk mengantisipasi dampak bencana akan rusaknya infrastruktur, seperti jembatan dan jalan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang terus berupaya meningkatkan kinerja. Seperti dilakukan oleh DPUBM dalam menangani ambrolnya jembatan penghubung jalan antar kecamatan yang terletak di RT 26 RW 14 Dusun Krajan Kulon, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumawe (Sumber Manjing Wetan) yang menyebabkan lumpuhnya transportasi.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang Ir Romdhoni mengatakan bahwa pihaknya telah memperhatikan secara serius dengan mendelegasikan UPT Turen Bina Marga Kabupaten Malang untuk melakukan survei langsung ke lokasi. Serta melakukan analisis secara seksama dalam upaya mencari solusi atas kerusakan jembatan penghubung di dua wilayah selatan ini.
“Dari hasil analisis sementara, proses rehabilitasi atau pun pembangunan ulang jembatan dengan panjang 10 meter dan lebar sekitar 7 meter tersebut, belum bisa dilakukan di tahun ini,” ungkap Romdhoni, Kamis (23/11/2017) kemarin. Menurutnya, jika melihat dimensi jembatan yang rusak tersebut, kita tidak bisa langsung terjun untuk memperbaikinya, dan akan diajukan di tahun depan.
“Perbaikan jembatan tersebut jelas membutuhkan anggaran besar, selain itu juga perlu adanya analisis teknis yang lebih detail,” ujarnya.
Selain hal tersebut, lanjut Romdhoni, melihat kondisi cuaca di musim hujan juga sangat berpengaruh pada pola penanganan terhadap kerusakan jembatan tersebut. “Kita tentunya tidak ingin terburu-buru. Tapi akhirnya hasil tidak memuaskan atau malah baru beberapa bulan ambrol lagi. Jembatan tersebut dari konstruksi memang sudah sangat lama sekali dan saatnya direnovasi,” tambahnya.
Dari analisis sementara secara teknis dan kondisi musim hujan yang cukup intens turun itulah, maka Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang mengambil kesimpulan untuk memperbaikinya tahun depan. Sementara, dari hasil koordinasi dengan pihak Muspika Kecamatan Sumawe, untuk sementara masyarakat pengguna jalan bisa melalui jalur alternatif yang sudah disiapkan.
Sedangkan dari pihak PU Bina Marga Kabupaten Malang akan berupaya membuatkan jembatan alternatif bagi masyarakat. Sehingga tidak terlalu membuat jalur alternatif Dusun Krajan Kulon menjadi padat lalu lintas.
“Kita nanti coba untuk membuatkan jembatan alternatif yang bisa dilalui kendaraan roda dua terlebih dahulu. Karena sekali lagi untuk membangun tidak memungkinkan tahun ini,” jelasnya.
Selain anggaran, analisis teknis dan cuaca yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pembangunan. Jalur antara Kecamatan Sumawe dan Kecamatan Gedangan ini masih ada alternatif jalan lainnya.
“Jadi kita prioritaskan untuk tahun depan, mas,” pungkasnya. (sur/yan)










