Surabaya
Risma Upayakan 5 Hari Jalan Gubeng Bisa Difungsikan

Memomtum Surabaya – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dengan paras yang masih pucat dan duduk di kursi roda tetap meninjau lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. Saat meninjau lokasi, Risma mengatakan jika Pemerintah Kota Surabaya mengusahakan Jalan Raya Gubeng selesai tak sampai satu minggu.
“Saya usahakan sebelum satu minggu, saya usahakan kalau bisa 5 hari,” ujar Risma yang datang dengan marah-marah. Ini karena banyaknya mobil berat yang semakin memberatkan jalan, juga mengatakan. Jika dalam satu hari ada 200 truk pengangkut tanah, maka pengerjaan bisa cepat selesai.
“Ini kita hitung ternyata butuhnya dari 1800 truk. Tadi tak pikir cuman 600 truk, kalau 600 truk aku bisa 5 hari. Karena 1 hari kita sanggup 200 truk, tapi kita usahakan secepatnya. Kita lihat nanti, karena kapasitas agregratnya juga. Kalau kita mengerjakan nya semalam jadi, cuman nguruknya ini yang lama,” jelas Wali Kota Surabaya.
Memikirkan amblesnya jalan agar segera diperbaiki, Risma mengaku sampai tidak tidur. Risma juga menyayangkan pengaturan mobil PMK yang di parkir di dekar amblesan jalan, dan malah menambah beban.
“PMK itu menambah beban. Coba hitung berapa liter itu bebannya, kalau tidak disuruh pergi kan bahaya sekali. Ya seperti itu lo, aku datang harus ngoreksi. Dia nggak tahu dia kan menambah bebannya bawah ini, padahal kita enggak tahu kan posisinya bawah itu kayak apa,” ujarnya dengan raut kesal.
Oleh karena itu, Wali Kota Surabaha mengatakan jika hasil sondir bor dari Erna Purnawati sebagai Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan sudah diutus untuk memberi sondir. Termasuk di titik-titik warga, yang tadinya hanya ada beberapa titik, kini ditambah menjadi 11 titik.
“Tak sendiri bor nanti tetap itu tanah keras, kondisinya kayak apa tapi jadinya kayaknya besok. Nah itu termasuk disini jadi kita baru tahu posisi tanah ini setelah sondir bor itu. Jadi kita harus menjaga beban beban yang ada di atas ini,” ujarnya. Hal ini dilakukan Risma dan jajaran Pemkot Surabaya untuk warganya, agar tetap merasa aman dan tenang.
“Supaya warga itu juga aman, tentram, tenang. Itu juga tak kasih sondir di halamannya warga, supaya warga tenang bahwa dia aman,” tutupnya. (est/yan)
















