SEKITAR KITA
Satgas PMK Perbatasan Situbondo-Bondowoso Jaring Ekor Sapi Suspek PMK

Memontum Situbondo – Tim Satgas penanganan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kabupaten Situbondo, terus bergerak. Kali ini, mereka menemukan dua hewan ternak sapi suspek PMK. Temuan ini, merupakan hasil dari razia dan penyekatan mobilitas keluar masuk hewan ternak, Sabtu (04/06/2022).
Kegiatan pemeriksaan dilaksanakan di depan Polsek Kota Situbondo. Dengan sasaran truk maupun mobil bak terbuka yang membawa hewan ternak, baik yang hendak masuk atau keluar dari wilayah Kabupaten Situbondo.
Kapolsek Kota Situbondo, Iptu Agus Siswanto, mengatakan jika kegiatan pelaksanaan check point penyekatan ini bertujuan untuk mengawasi dan membatasi mobilitas distribusi hewan baik sapi, kambing dan hewan ternak berkuku dua yang masuk maupun keluar wilayah Kabupaten Situbondo.
“Kegiatan ini sebagai upaya pencegahan, kendaran yang mengangkut hewan ternak tanpa dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) akan diarahkan untuk putar balik dan membuat SKKH di tempat asal pembelian ternak,” ujarnya.
Baca juga :
- Pemkab Jember Serahkan 23 Truk dan 25 Pickup untuk Dukung Operasional KDKMP
- Bapenda Kota Malang Pastikan PKB Tak Naik, Realisasi Opsen Sudah Capai 39,3 Persen
- SPPG di Kota Malang Hentikan Sementara Layanan MBG, Koordinator SPPI Sebut Terkendala Pencairan
- Rotasi Jabatan, Bupati Pasuruan Lantik 80 Pejabat Eselon II, III dan IV
- Hari Pertama SPMB Jalur Domisili, Posko Disdukbud Diserbu Wali Murid
Iptu Agus juga mengatakan, pada razia dan penyekatan kali ini, di temukan dua ternak sapi dari Kabupaten Bondowoso yang akan masuk ke Situbondo, mempunyai gejala dan ditengarai PMK. “Pada razia kali ini kami menemukan dua ternak sapi yang dirasa gejalanya PMK, kami suruh putar balik dan kembali. Kami cegah untuk masuk ke wilayah Situbondo,” ungkapnya.
Pihaknya siap bekerja sama dengan Dinas terkait untuk melakukan patroli dan pengawasan terhadap aktivitas keluar masuk hewan ternak di wilayah Situbondo. Selain itu, juga siap melakukan patroli terpadu di sentra-sentra peternak sapi dan ternak lainnya. Salah satunya dengan terus memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat untuk tetap tenang.
“Razia ini akan terus kami lakukan, untuk mencegah masuknya PMK. Dan kami harap agar seluruh elemen masyarakat juga turut berperan aktif melakukan pengawasan terhadap kasus PMK ini, terutama untuk antisipasi dan menanggulangi penyebaran virus PMK,” ujarnya. (her/gie)
















