Connect with us

Pemerintahan

Sikapi Hepatitis Misterius, Bupati Tulungagung Minta Ada Lab Akurat dan Terapkan SOP

Diterbitkan

||

Sikapi Hepatitis Misterius, Bupati Tulungagung Minta Ada Lab Akurat dan Terapkan SOP

Memontum TulungagungKasus Hepatitis Misterius atau Hepatitis yang belum diketahui jenisnya, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung. Itu karena, dalam perkembangannya ada satu anak yang diduga memiliki gejala sama atau mirip Hepatitis, yang meninggal beberapa waktu yang lalu.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, saat dikonformasi menegaskan sudah melakukan koordinasi dengan jajarannya. Selain Dinas Kesehatan Tulungagung, juga instansi kesehatan, termasuk rumah sakit. Dalam hal ini, juga menggandeng Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung, yang menjadi rujukan pasien untuk deteksi dini.

“Khususnya anak-anak, perlu adanya pemeriksaan lab yang cukup akurat. Sehingga, mudah dideteksi secara dini,” ungkap Maryoto Birowo, Sabtu (14/05/2022) tadi, saat ditemui di Aula Pendopo Kabupaten.

Pria kelahiran Agustus 1953 ini menambahkan, Kabupaten Tulungagung masih dalam situasi Covid-19 dan ini belum berakhir. Sehingga, dirinya mengajak untuk tanggap terhadap adanya penyakit baru. Salah satunya, yang diduga Hepatitis Akut.

“Kita tahu, kemarin ada salah satu warga kita yang sampai meninggal dunia,” terangnya.

Baca juga :

Marwoto juga mengaku ikut prihatin, dengan adanya kemungkinan penyakit pasca Covid-19. Oleh karena itu, perlu menggerakkan stakeholder tidak hanya unsur kesehatan, tapi semua pihak ikut mensosialisasi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

“Saya katakan, SOP sudah ada ketentuan-ketentuan. Salah satunya, saling mencuci tangan,” ujarnya.

Hepatitis yang menyerang anak-anak, tambahnya, berasal dari makanan dan virus. Karenanya, Bupati Marwoto mengimbau kepada orang tua, untuk memperhatikan pola makanan dan jajan ketika membeli. Serta bagi penjual makanan, untuk ikut memperhatikan kehigienisan makanan. Karena tidak sedikit, anak-anak lebih suka jajan ketika jam istirahat sekolah.

“Saya minta juga penjual makanan harus mencuci peralatan dengan bersih. Karena, ini sangat akan sensitif sekali,” ujar Bupati Tulungagung periode 2019–2023 ini.

Sosialisasi terhadap kemungkinan adanya penyakit varian baru, menurut Marwoto, menjadi tugas bersama. Karena, ini menyerang anak-anak. Sehingga sebagai orang tua, sebagai tokoh masyarakat, warga masyarakat harus ikut membantu sosialisasi kepada masyarakat. Supaya perilaku, hidup sehat, selalu bersih ini perlu terus menjadi kebiasaan.

“Mereka melapor kepada kita laporan saya minta jajaran untuk mensosialisasi,” paparnya. (jaz/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.