Kota Malang

Sikapi Komoditi Pangan yang Melonjak, Pj Wali Kota Malang Pimpin Rakor bersama TPID

Diterbitkan

-

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Komoditi pangan yang terus melonjak, mendapat perhatian serius Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Salah satunya, yaitu dengan menggelar rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah pihak.

Termasuk juga tentunya, terus melakukan beberapa langkah strategi yang dilakukan. Yakni, mulai dari pengaktifan Warung Tekan Inflasi (WTI) di tiga pasar hingga menggelar operasi pasar, yang bekerjasama dengan antar daerah mengenai komoditi yang mengalami kenaikan harga.

“Setelah Rakor itu tadi, kami juga langsung mengadakan rapat internal bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang. Jadi nanti, komoditi di WTI akan kami tambah. Saya minta Pak Kadiskopindag untuk mulai mencari mana saja daerah penghasil komoditi yang mempunyai harga jual rendah lalu kami akan beli dari sana dan selanjutnya dijual di WTI dengan harga di bawah rata-rata. Supaya bisa mempengaruhi harga pasaran,” kata Pj Wali Kota Wahyu, seusai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi, Rabu (13/03/2024) tadi.

Baca juga:

Advertisement

Disebutkannya, jika beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga yaitu cabai rawit, gula, telur dan daging ayam. Sementara, harga beras saat ini menurutnya sudah tidak terlalu tinggi. Apalagi juga ada intervensi melalui beras SPHP.

“WTI kan sebenarnya sudah dibuka kembali pada Rabu (06/03/2024) kemarin. Tapi saat itu masih menjual komoditi beras saja. Nah hari ini kita akan membuka kembali dengan menambah komoditi-komoditi tertentu yang cenderung naik, yang diperoleh dari hasil kerjasama antar daerah itu tadi,” tambah Pj Wali Kota.

Disamping itu, ujarnya, terkait dengan Belanja Tak Terduga (BTT) juga akan diterapkan untuk intervensi. Termasuk, subsidi transportasi untuk bisa menekan harga dari produsen kepada konsumen.

“Yang telah diajukan oleh Diskopindag Kota Malang itu Rp 1 miliar. Nanti kita akan melihat rinciannya seperti apa. Nanti akan kita hitung lagi. Karena kan saat ini harganya cenderung naik untuk komoditi tertentu tadi,” paparnya.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa untuk kerja sama antar daerah yang sudah dilakukan saat ini yaitu masih dengan Kabupaten Probolinggo saja. Ke depan, akan menyasar Banyuwangi dan Bali. “Probolinggo itu produsen bawang merah. Untuk cabai nanti kita akan mengecek ke daerah produsen cabai untuk melakukan kerjasama, yaitu Banyuwangi dan Bali. Kalau daging ayam nanti kita akan lihat ke peternaknya,” tambah Eko. (pro/rsy/sit)

Advertisement
Lewat ke baris perkakas