Connect with us

SEKITAR KITA

Sukses Lakukan Upaya Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan, Ketua Dekranasda Trenggalek Jadi Keynote di Indonesia Ideacloud Conference 2022

Diterbitkan

||

Sukses Lakukan Upaya Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan, Ketua Dekranasda Trenggalek Jadi Keynote di Indonesia Ideacloud Conference 2022
KEYNOTE: Ketua Dekranasda Trenggalek, Novita Hardiny, saat menjadi keynote speaker ideacloud conference 2022 di Vosa Tower Surabaya. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Ditunjuk sebagai salah satu pembicara (keynote) dalam forum konferensi bagi para entrepreneur di Indonesia Ideacloud Conference 2022, Ketua Dewan Kerajinan (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, dinilai sukses dalam upaya melakukan pendampingan dan pemberdayaan perempuan.

Memasuki tahun ke tiga pandemi, keadaan mulai membaik dan memberi harapan untuk bangkit kembali. Begitu pula bagi dunia usaha dan bisnis, saat ini menjadi momentum untuk kembali pulih dan bangkit lebih pesat.

“Dengan berbagi kisah sukses dalam pemberdayaan perempuan di Trenggalek, saya berharap bisa menjadi sumber inspirasi penggerak roda inovasi dan ekonomi nasional bagi yang lainnya,” ucap Novita Hardiny, Senin (03/10/2022) siang.

Ada 30 pembicara yang dihadirkan di tahun ke tiga penyelenggaraan Ideacloud Conference 2022., salah satunya adalah istri Bupati Trenggalek. Selain itu, ada pula Hermanto Tanoko selaku Founder Tancorp, pengusaha cat terbesar di tanah air dengan merk dagang Avian Paint dan juga AMDK dengan merk dagang Cleo serta Subiakto Priosoedarsono atau biasa dipanggil Pak Bi, yang didapuk sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut.

“Ada banyak tagline yang dicetuskan Pak Bi dan mungkin tidak asing lagi di telinga kita. Seperti gantinya ngopi, salah satu tagline brand permen kopi. Juga diputer, dijilat terus dicelupin yang merupakan tagline sebuah produk biskuit,” imbuhnya.

Setelah itu, ada Helmi Yahya, kemudian Nilam Sari Sahadewa, CEO Kebab Baba Rafi yang duduk satu sesi dengan Ketua Dekranasda Trenggalek. Menjadi pembicara bersama dengan beberapa orang-orang sukses dan memiliki nama besar, itu membuat perempuan ini berbangga.

Baca juga :

“Jujur, saya senang bisa berbagi cerita pengalaman hidup dalam ajang ini. 3K yang menjadi alasan kenapa saya berupaya keras seperti sekarang. 3K itu kepepet, kesadaran, keterusan,” kata Novita.

Dirinya menceritakan, K pertama kepepet, karena lahir dari keluarga Jawa identik prinsip hidup patriarki. Di mana perempuan itu lebih cenderung di dapur, tidak perlu sekolah tinggi dan yang lainnya. Cukup menikah dengan laki-laki mapan sehingga bisa hidup berkecukupan.

Namun perempuan ini berprinsip lain, memilih bisa meraih pendidikan tinggi dan harus meninggalkan fasilitas keluarga untuk mencapai cita-cita. Saat muda Novita harus melakukan banyak hal untuk bisa meraih cita-citanya di sektor pendidikan. Berbagai upaya dilakukan mulai dari bekerja menjadi sales rokok, presenter dan upaya-upaya yang lainnya. Dari kegigihannya itu, akhirnya membuahkan hasil. Novita Hardini meraih kesuksesan di usia mudanya. Meraih gelar pendidikan meskipun awalnya keluarga tidak mendukung.

“Huruf K selanjutnya yaitu kesadaran. Saya sadar dengan kerja keras bisa mengubah paradigma terhadap perempuan. Selain itu, bisa bermanfaat bagi orang lain. Ini terbukti apa yang dilakukan dalam memberdayakan perempuan (Woman Empowerment) melalui UMKM bisa bermanfaat bagi orang lain. Dan ini dianggap bisa menjadi sumber inspirasi oleh Ideacloud,” terangnya.

Alasan kedua kesadaran, Novita Hardini sadar dan senang karena apa yang dilakukan (pemberdayaan) tersebut berdampak cukup besar bagi orang lain. Selanjutnya keterusan untuk melakukan praktik baik ini sampai sekarang sehingga lahirlah UMKM Perempuan Perintis (Uprintis) Indonesia, platform pendampingan UMKM.

UMKM mendapatkan pendampingan literasi dan dikenalkan kemajuan tekhnologi untuk bisa maju dan berkembang. “Bahkan sampai saat ini sudah ada 10 ribu member Uprintis yang tersebar di seluruh provinsi,” papar ibu tiga anak ini.

Ideacloud Conference 2022 menganggap, bahwa perempuan ini juga inovatif. Karena, mampu meluncurkan brand baru yakni Hijab Merayu ditengah terpaan ekonomi akibat pandemi Covid-19. (mil/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.