Connect with us

SEKITAR KITA

Terkait Penutupan Giant MOG, Ini Kata Pakar Ekonomi

Diterbitkan

||

Terkait Penutupan Giant MOG, Ini Kata Pakar Ekonomi

Memontum Kota Malang – Swalayan Giant yang terletak di MOG (Mall Olympic Garden) Jalan Kawi, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, dikabarkan akan menutup gerainya. Hal itu nampak dari diskon semua barang yang ada di Giant.

Berdasarkan pantauan wartawan memontum.com, banyak terpasang tulisan ‘obral besar’, ‘diskon semua harga’, bahkan yang berbunyi ‘semua harus terjual habis’.

Warga Kota Malang pun berbondong-bondong menyerbu Giant, hingga terjadi antrian panjang di kasir. Banyaknya kasir yang ada di supermarket tersebut seperti tidak mampu menanggulangi animo masyarakat untuk memborong barang diskonan.

Baca: Polemik Pemasangan Bronjong Gedung Sekolah Yayasan Ekklesia Berakhir Sepakat

Bahkan, sudah banyak rak yang nampak kosong momplong. Tanpa terkecuali, diskon 5 hingga 40 persen diberlakukan di semua barang yang terjual di Giant.

Namun, terkait kabar penutupan gerai Giant yang terletak di MOG itu, Store Manager Giant MOG, Etik Setyorini, enggan berikan pernyataan. “Konfirmasi ke pusat saja, di Jakarta,” singkatnya.

Berkaitan dengan hal tersebut Guru Besar Ilmu Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (FE UM), Prof Dr Imam Mukhlis SE MSi, memberikan analisisnya.

“Penutupan gerai supermarket bisa disebabkan karena daya beli masyarakat menurun. Sehingga masyarakat selektif dalam membeli kebutuhan dasar. Sedangkan kebutuhan saat ini dapat dipenuhi di toko-toko sekitar,” jelasnya, Senin (15/02) tadi.

Terlebih saat ini masyarakat dinilainya cenderung bersifat hati-hati dalam berkonsumsi karena melihat pola keuangan di periode sebelumnya dan ekspektasi ekonomi di masa new normal pandemi. Selain itu, faktor makin terbatasnya ceruk pasar yang membuat persaingan bisnis kian ketat.

“Oleh karena itu, persaingan bisnis adalah sesuatu yang rasional dalam kondisi sekarang. Dan perubahan perilaku konsumen menjadi keniscayaan,” tambahnya.

Baca Juga: Polis Tidak Cair, 100 Nasabah Lurug Kantor Bumi Putera

Sehingga, dirinya menyimpulkan bahwa penutupan gerai swalayan merupakan strategi bisnis untuk menghindari kerugian berkelanjutan dan menerapkan strategi baru. Dimana, disesuaikan dengan strategi baru, selera pasar, daya beli konsumen dan rencana bisnis investor saat ini.

“Kalau peluang usaha masih ada, tentunya produk yang berdaya saing yang bisa eksis. Nah ini ditopang oleh inovasi berkelanjutan yang dilakukan oleh para produsen,” tutupnya. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.