Kota Malang

Tingkat Hunian Hotel Kota Malang Naik Signifikan di April 2025

Diterbitkan

-

HUNIAN: Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin dan Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel di Kota Malang pada April 2025 mencapai 47,05 persen. Angka tersebut, naik sebesar 20,07 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 26,98 persen dan naik sebesar 0,84 poin jika dibandingkan dengan TPK April 2024 yang mencapai 46,21 persen.

Hal itu, dikatakan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifudin, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Ngalam Comand Center (NCC) Balai Kota Malang, Senin (02/06/2025) tadi. Diuraikan, bahwa lonjakan TPK pada April 2025 tersebut dipengaruhi sejumlah momen besar. Seperti cuti bersama, Hari Raya Idul Fitri dan peringatan Isa Almasih. Termasuk, banyaknya event yang diselenggarakan yang diyakini turut mendorong peningkatan.

“Maret itu TPK hanya 26,98 persen dan itu sangat rendah. Tapi April, naik cukup signifikan, baik di hotel berbintang maupun non bintang. Ini menunjukkan, bahwa event memang punya peran besar dalam mendongkrak pariwisata,” kata Umar.

Tidak hanya itu, Umar juga menjelaskan bahwa rendahnya TPK di awal tahun disebabkan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, yang menyebabkan banyak kegiatan tidak lagi diselenggarakan di hotel. Meski demikian, TPK Kota Malang tetap lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun nasional.

Advertisement

“Untuk data kunjungan ke tempat wisata, memang belum tersedia. Namun, pendekatan pariwisata saat ini kami ukur dari tingkat hunian kamar hotel, baik hotel berbintang maupun melati,” tambahnya.

Baca juga :

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa kenaikan tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha perhotelan. Termasuk juga, melalui program 1.000 event yang digagas bersama dengan Pemerintah Kota Malang, serta Wakil Wali Kota Malang.

“Ini terbukti, ya. Walaupun ada kebijakan efisiensi dan pelaku hotel sempat berkeluh kesah, tapi kami duduk bersama. Kami isi dengan event-event, dan hasilnya TPK bisa naik signifikan,” ujar Wali Kota Wahyu.

Advertisement

Dirinya juga menambahkan, bahwa rata-rata lama tinggal tamu hotel selama April 2025, mencapai dua hari. Hal itu, menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya menghadiri event, tapi juga menikmati destinasi kuliner dan membeli oleh-oleh, yang berdampak pada sektor UMKM.

“Kalau mereka tinggal dua hari, itu berarti tidak hanya karena libur panjang. Bisa jadi, mereka datang Sabtu dan Minggu untuk menikmati event. Jadi, bukan sekadar cuti bersama yang mendorong kunjungan,” ungkap Wali Kota Wahyu.

Dirinya juga menegaskan, bahwa ke depan Pemkot Malang akan terus mempromosikan wisata buatan dan kuliner khas Kota Malang. Tentunya, ini juga tetap bersinergi dengan wilayah Malang Raya untuk memperkuat sektor pariwisata secara keseluruhan.

“Yang jelas untuk wisata buatan hingga kuliner, akan lebih kami promosikan lagi,” imbuh Wali Kota Wahyu. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas