SEKITAR KITA
Tingkatkan Nilai Jual Mangga, Disnaker Situbondo Adakan Pelatihan Pengolahan Mangga

Memontum Situbondo – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Situbondo, tingkatkan usaha pengolahan hasil pertanian berupa Mangga melalui program kegiatan tehnologi padat karya. Pelaksanakan pelatihan pengolahan Mangga itu, digelar di ruang pelatihan Disnaker Situbondo, Selasa, (11/11/2021).
Pelatihan sendiri, diikuti sebanyak 20 orang dari pelaku usaha dan tiga perwakilan dari kelompok disabilitas. Mereka mengikuti pelatihan beberapa olahan Mangga yang sudah disiapkan oleh instruktur (pemateri).
Kabupaten Situbondo sendiri, merupakan salah satu penghasil buah Mangga terbaik. Dengan cita rasa yang khas dan aroma yang menggugah selera. Hal itu pula, yang menjadi daya tarik tersendiri sehingga membuat peminat buah Mangga berdatangan ke Situbondo.
Dari sejumlah alasan itulah, Kabid Pentakerja pada Dinas Tenaga Kerja Situbondo, Lina Yuriana Soeherman SH MSi, menggelar pelatihan tersebut. “Hasil dari bahan baku Mangga tersebut diolah diantaranya menjadi selai, manisan, dodol, sirup, puree Mangga dan permen Mangga yang mempunyai nilai jual dalam bentuk berbagai macam olahan. Peserta, diberikan pelatihan bagaimana cara pengemasan yang baik serta menarik,” ujar Kepala Bidang Pentakerja, Lina Yuriana Soeherman, kepada memontum.com di ruang pelatihan, Kamis (11/11/2021).
Baca juga :
- Konsumsi Beras Naik 25 Persen, Dispangtan Kota Malang Pastikan Stok Aman hingga 10 Bulan
- Program Nasional Aksi Guyur Cabai di Kota Malang Mampu Tekan Harga hingga di Angka Rp 70 Ribu
- Ramadan Jadi Momen Berkah Usaha UMKM Cempaka Cookies Kota Malang
- HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru
- Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan
Tidak hanya sampai olahan Mangga saja, Yurina juga membantu dari sisi peralatan. Termasuk, proses sertifikasi halal juga pemasaran.
“Baik pemasaran secara online atau membuat galeri sentral oleh-oleh khas di kawasan Pusat Oleh-oleh Situbondo. Ini merupakan wujud kepedulian Pemkab Situbondo. Masih banyak potensi alam yang harus digali dan dikembangkan agar bisa meningkatkan perekonomian warga serta menunjang keberadaan Mangga,” ujarnya.
Lebih lanjut Yuriana menambahkan, bahwa kegiatan pelatihan pengolahan dari bahan Mangga bertujuan untuk memanfaatkan buah lokal khas Kabupaten Situbondo. Dikarenakan ketika musim panen buah Mangga, harga jualnya menurun. Maka para pelaku usaha bisa mensiasati buah Mangga dijadikan olahan makanan berupa kue modern, kue tradisional, selai, sirup dan sebagainya.
Harapannya, Mangga bisa memiliki nilai jual yang tinggi serta masyarakat bisa mendapatkan keuntungan yang besar.
“Kami berpesan kepada peserta usai mengikuti pelatihan agar menularkan ilmunya ke pelaku usaha yang lain. Supaya buah Mangga lokal khas Situbondo tidak dijual dengan harga murah, tetapi bisa diolah menjadi berbagai makanan dengan meningkatkan kualitas dan rasa serta meningkatkan nilai jual,” harapnya. (her/gie)
















