Connect with us

Pemerintahan

Trenggalek Jadi Percontohan Smart City Kementerian Kominfo

Diterbitkan

||

Trenggalek Jadi Percontohan Smart City Kementerian Kominfo
BIMTEK: Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara, saat menutup Bimtek Smart City di Hotel Trenggalek. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Menjadi salah satu dari 50 kabupaten atau kota yang menjadi proyek percontohan Smart City (Kota Pintar) dari Kementerian Kominfo, Kabupaten Trenggalek terus mendapat pendampingan. Bahkan, bimbingan teknik (Bimtek) yang dilakukan untuk Trenggalek, kini sudah memasuki Tahap IV.

Dalam hal ini, semua OPD dilibatkan untuk merumuskan pendekatan Smart City, yang akan diterapkan. “Alhamdulillah, hari ini teman-teman dari Kabupaten Trenggalek mendapat berkah dari Kementerian Kominfo untuk menjadi bagian dari 50 kabupaten atau kota, yang menjadi proyek percontohan untuk Smart City yang ada di Indonesia,” ungkap Wakil Bupati (Wabup) Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara, saat penutupan Bimtek Smart City di Hotel Trenggalek, Rabu (07/09/2022) siang.

Selama empat hari, tambah mantan anggota DPRD Trenggalek ini, seluruh OPD yang mengikuti Bimtek dibimbing untuk merumuskan pendekatan Smart City. Tentunya, mana yang paling cocok untuk Trenggalek.

“Kita tahu bahwa Smart City ini merupakan satu konsep, bagaimana pemerintah kabupaten ini bisa memberikan kemudahan layanan kepada seluruh masyarakat. Tentunya, tidak lepas dari khazanah lokal yang ada di Kabupaten Trenggalek. Mengingat, Kabupaten Trenggalek ini secara topografi bermacam-macam maka kita akan merumuskan nanti yang paling bagus yang paling cocok untuk apa untuk maksimalnya pelayanan yang ada di kabupaten,” jelasnya.

Contohnya dalam pelayanan Adminduk atau mungkin pelayanan pelayanan disektor perizinan dan yang lainnya. Selain dari OPD, Wabup Syah juga mengajak masyarakat maupun pemerintah Desa, para penggiat teknologi maupun penggiat UMKM untuk mewujudkan Smart City ini.

Baca juga:

Untuk pelaku ekonomi, sambungnya, sistem-sistem yang dianggap rumit melalui Smart City akan lebih disederhanakan. Sehingga, akan membantu pelaku UMKM mengakses dan mengembangkan usahanya.

“Mudah-mudahan ini semua bisa memudahkan masyarakat kedepannya,” harap suami Fatihatur Rohmah ini.

Sementara itu, pembimbing Smart City untuk Kabupaten Trenggalek dari Kementerian Kominfo, Hari Kusdaryanto, menyampaikan bahwa daerah yang smart atau cerdas itu, keterlibatan swasta tidak melulu CSR. “Jadi, daerah bisa dikatakan cerdas itu tidak melulu mengandalkan CSR dari pihak swasta. Namun, juga peluang-peluang ada, yang kemudian dikerjasamakan,” katanya.

Masih terang Hari, pada dasarnya swasta itu ada opportunity sedikit pasti dikejar untuk menghasilkan cuan (uang), sedangkan tugas pemerintah itu hanya memfasilitasi. “Misalnya, pengembangan daerah Prigi, Panggul litle Jogja hingga Trenggalek Creative City. Ya, kira-kira regulasi apa yang infrastrukturnya perlu dibangun. Insentifnya diberikan itu pasti, tapi bagaimana dengan yang non investor UMKM kita, dalam smart city ini di dorong supaya bisa ada namanya kebijakan tentang ekonomi digital,” ujar Hari.

Kemudian, lanjutnya, bagaimana ibu-ibu di desa bisa mengakses marketplace atau e-commerce. Caranya hanya dengan mengajarkan literasi kepada mereka. Sehingga, mereka bisa berjualan dengan baik.

Untuk kepengurusan dokumen adminduk juga perlu didekatkan. Dan, tidak hanya dilakukan di kota saja, cukup di dekat tempat tinggal atau bahkan di daerah yang lain. Bahkan, bisa dilakukan dirumah masing-masing sambil rebahan.

Seperti pengurusan KK, kalau ada tambahan anggota keluarga baru, cukup mennyesuaikan. Kalau masih gaptek, minimal datang ke kantor desa, ada operator yang melayani.

“Nah, intinya kalau Smart City itu gampangnya layanan ‘Sat Set’, ‘Wat Wet’.  Nggak kesuwen dan tidak berbelit-belit. Anda mau keluar rumah aman, mau kemana mudah mobilitasnya, kesempatannya juga sama,” paparnya. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.