Connect with us

Tulungagung

12 Tahun Mangkrak, Pantai Midodaren Jadi Destinasi Unggulan Tulungagung

Diterbitkan

||

12 Tahun Mangkrak, Pantai Midodaren Jadi Destinasi Unggulan Tulungagung

Memontum Tulungagung – Masyarakat Tulungagung kini mempunyai wisatawan unggulan di wilayah selatan. Adalah Pantai Midodaren, yang resmi dibuka untuk umum dengan konsep modern, setelah lahan tersebut mangkrak sekitar selama 12 tahun.

Investor PT Taman Wisata Soemo Suparto (TWSS), Irjen Pol (Purn) Mudji Waluyo, mengungkapkan bahwa lokasi Pantai Midodaren sepenuhnya adalah milik Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Adapun total luas pantai dan sekitarnya, yakni 12,5 hektare. PT TWSS sesuai dengan peraturan Perundang-undangan yang ada, telah diberikan hak untuk pengelolaan pengembangan wisata.

“Terkait dengan aset ini, itu dimiliki oleh seluruh warga masyarakat Tulungagung, sebagaimana hak dan kewajiban yang diatur PKS (Perjanjian Kerjasl Sama) antara PT TWSS dengan Pemkab Tulungagung. Lokasi ini sendiri, sudah hampir 12 tahun mangkrak,” ungkap Irjen Pol (Purn) Mudji Waluyo dalam launching Pantai Midodaren, Kamis (28/07/2022) tadi.

Mantan Kapolwil Malang itu mengungkapkan, seperti yang dikatakan Bupati Tulungagung, bahwa perlu adanya destinasi wisata untuk mengembalikan idola yang sudah tercatat dalam memory book. Sebab, dahulu moncer wisata yang terkenal adalah Pantai Popoh.

“Kata Pak Bambang (Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tulungagung), dahulu kalau orang turun dari bandara, itu di situ ada peta Pantai Popoh terpampang. Dimana, merupakan destinasi bagi wisatawan global maupun lokal untuk mengetahui keindahan Kota Tulungagung,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, Pantai Popoh yang sekian lama hilang dari peredaran, khususnya bagi wisatawan mancanegara, Pantai Midodaren bisa kembali menjadi pengganti.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Sinarto, menjelaskan bahwa potensi pantai di Jawa Timur, bisa dikelola menjadi destinasi wisata unggulan. Khusus untuk Pantai Midodaren, dirinya memberikan pesan hendaknya pengelola selalu menerapkan namanya prinsip-pronsip CHSE.

“Clean, Health, Safety dan juga Environment. Empat prinsip itu bisa menjadikan bersih, sehat, serta pengelolaan lingkungan secara baik,” ujar Sinarto.

Baca juga :

Dirinya melanjutkan, pengelola harus menunjukkan performa produk karakter kultur wilayah setempat. Yaitu, bisa mengembangkan dengan baik, lalu marketing dengan format digital menjadi pekerjaan penting dalam menghadapi persaingan.

Disinggung soal Pantai Midodaren apakah sudah memenuhi kriteria, Sinarto menuturkan, masih perlu tindak lanjut serta masih butuh dibersihkan dengan baik. Terlebih ketika nanti di musim penghujan, banyak sampah yang terbawa oleh ombak laut. Sehingga secara langsung akan memperburuk pemandangan pantai.

“Ini harus ada manajemen. Bagaimana memanajemen sampah agar semua terjaga dengan baik,” jelasnya.

Perihal pembinaan, pihaknya mengaku secara maksimal perlu didampingi secara berkala karena masih dasar. Sebab, ketika semua perencanaan selesai, baru menyusun manajemen yang bagus termasuk bisa menjadi desa devisa. “Nanti mencoba banyak pendekatan ke wilayah wilayah desa wisata dengan teman-teman BMD untuk mencari potensi di daerah itu punya kelebihan apa,” terangnya.

Wakil Bupati (Wabup) Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menerangkan bahwa Pantai Midodaren sudah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah, yang diwakili oleh Dinas Pariwisata Jatim. Pihaknya berharap, destinasi pantai ini bisa memberikan kontribusi APBD Tulungagung dan masyarakat Tulungagung, khususnya masyarakat Kecamata Besuki.

“Bisa menjaga dan andarbeni. Sehingga, para wisatawan yang datang ke tempat ini merasa aman dan senang. Akhirnya, bisa menjadi referensi ke tetangga, saudara atau teman untuk datang lagi ke Pantai Midodaren,” ujar Gatut Sunu Wibowo. (jaz/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.