Berita

Polisi Belum Tetapkan Tersangka dalam Kecelakaan Kerja di RSI Unisma

Diterbitkan

-

Tempat kejadian. (gie)

Memontum Kota Malang – Petugas Polresta Malang Kota hingga Selasa (15/9/2020) siang, belum menetatapkan tersangka dalam peristiwa kecelakaan kerja di proyek pembangunan gedung RSI Unisma. Kecelakaan kerja yang terjadi pada Selasa (8/9/2020) pukul 12.30 mengakibatkan 4 orang tewas dan 6 lainnya luka parah akibat terjatuh dari lift rakitan di lantai 5 gedung.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SIK SH saat dikonfirmasi Memontum.com mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih melalukan prmeriksaan kepada para korban yang selamat. “Kita masih periksa para korban. Rencananya pihak PT (PT Dwi Ponggo Seto) akan kami periksa Minggu ini,” ujar AKP Azi.

Saat ditanya apakah ada pihak yang akan dijadikan tersangka karena kelalaian, AKP Azi menyebut bahwa pihaknya sampai saat ini belum menentukan tersangkanya. “Hasil Labfor Polda Jatim kemungkinan satu sampai dua minggu. Kami belum menentukan siapa tersangkanya,” ujar AKP Azi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kecelekaan kerja terjadi di proyek pembangunan RSI Unisma, Selasa (8/9/2020) pukul 12.30. Sebanyak 11 pekerja bangunan terjatuh dari lift rakitan lantai 5 proyek pembangunan gedung baru. Dari 11 orang yang terjatuh 4 diantaranya tewas seketika dan 6 lainnya mengalami luka berat, sedangkan 1 orang selamat karena berhasil melompat dan berbepagangan pada besi.

Advertisement

Adapun identitas para korban meninggal dunia diantaranya Lukman (35) warga ,Pakis, Kasianto, (40) warga Pakis, Subeki (30) warga Jabung dan Agus P (30) warga Pakis, Kabupaten Malang. Kasus kecelakaan kerja ini masih dalam penanganan petugas Reskrim Polresta Malang Kota. Diduga kecelakaan ini akibat seling besi lift rakitan terputus karena tidak kuat menyangga beban berat muatan. Jenazah ke 4 korba kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Informasi Memontum.com bahwa kejadian ini terjadi saat para pekerja bangunan ini selesai istirahat makan siang. Mereka kemudian berencana kembali bekerja ke lantai 5 dengan menaiki lift rakitan. Namun saat mereka sudah berada di lantai 5 mendadak seling besi terputus.

Para karyawan bangunan ini pun terjatuh secara bersamaan. Mengetahui kejadian itu para pekerja bangunan yang masih berada di bawah segera melakukan pertolongan. Saat itu Lukman, Kasianto, Subeki dan Agus sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah pada bagian kepala. Sedangkan 6 lainnya luka parah langsung dibawa ke IGD RSI Unisma.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SIK MH saat ditemui Memontum.com di lokasi kejadian membenarkan adanya kecelakaan kerja ini. “Kejadian pukul 12.30. Korban ada 10 orang. Sebanyak 6 luka parah dan 4 meninggal dunia. Untuk yang luka-luka masih dalam perawatan di RSI Unisma,” ujar AKP Azi.

Advertisement

Saat ditanya apakah adanya kelalaian kerja karena kurang safety, AKP Azi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Apakah Human Error, masih dalam penyelidikan. Para saksi, mandor atau pengawasnya akan kita panggil. Dugaan sementara selingnya putus hingga pijakan roboh,” ujar AKP Azi.

Dari data yang diperoleh Memontum.com untuk sementara adapaun identitas korban meninggal diantaranya Lukman (35) Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kasianto (40) warha Cokro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Subeki (30) warga Pandansari Lor, Kecamatan Jabung dan Agus (30) warga kawasan Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Ke 4 korban tewas ini alami luka parah pagian kepala.

Sedangkan data luka berat diantaranya Arifin alias Gepeng (31) warga Kasembon mengalami luka tumit bengkak dan tangan patah tulang. Depi (25) warga Cokro, Kecamatan Pakis alami patah tulang tangan. Ludi (25) warga Poncokusumo alami luka pada bagian petut dan punggung. Tono (25) warga Jabung alami tangan patah, Andika (25) warga Jabung alami luka pada bagian kepala, wajah dan kedua kaki. Fatkur (30) warga Gondanglegi alami patah kaki. Sedangkan korban selamat karena berhasil melompat yakni Junaidi (39) warga Sukopuro, Kecamatan Jabung. (gie)

 

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas