SEKITAR KITA
Oknum Petugas PLN Peras Pelanggan

Memontum Pamekasan – Oknum petugas PT PLN (Persero) Pamekasan diduga memeras pelanggan. Dua oknum berinisial M itu beroperasi di daerah perbatasan Pakong, Pamekasan dan Guluk-Guluk, Sumenep.
Modus yang dilakukan oknum, biasanya menjual Miniature Circuit Breaker (MCB) atau pemutus sirkuit. Padahal, MCB yang berada dalam pengawasan managmen PT PLN tidak diperjualbelikan.
Informasi yang dihimpun Harian Pagi Memo X (memontum.com grup) dua oknum berinisial M itu dalam beroperasi datang ke rumah-rumah warga. Pria yang biasanya menjadi juru catat meter dan juru tagih sambil lalu menawarkan MCB dengan harga beragam.
Keduanya menawarkan MCB diatas harga Rp 100 ribu dengan pasangannya. Harga itu tergantung pada kemampuan ekonomi pelanggan. Jika mampu harga MCB bisa mencapai Rp 250 ribu. Jika ekonominya dibawah rata-rata harganya bisa Rp 100-150 ribu. “Kalau di rumah biasanya dijual Rp 250 ribu dengan pasangannya,” ujar Aji warga Desa Cenlecen, Kecamatan Pakong.
Menurut Aji, MCB marak diperjual-belikan oleh petugas PLN di lapangan. Padahal, alat tersebut tidak diperjualbelikan. “Warga disini banyak yang beli,” ucapnya.
Menurut Aji, pelanggan PLN akan membutuhkan MCB ketika musim tembakau tiba. Alat itu dibutuhkan pelanggan saat daya listrik tidak kuat karena banyak pemakaian listrik. “Nah, disitu biasanya MCB dibutuhkan untuk menambah daya,” tambahnya.
Kepala Bagian Transaksi Energi UP3 PLN Pamekasan Umar Solehen meminta pelanggan atau masyarakat umum melaporkan jika ada oknum petugas PLN bermain-main. Jika, tidak masyarakat akan dirugikan. “MCB milik PLN itu gratis. Tidak ada biaya. Kalau ada petugas yang bermain-main laporkan ke kami. Akan kami proses,” ujarnya.
Mantan Manager PLN Pragaan itu mengaku akan turun langsung menindak petugas nakal di lapangan. “Kami butuh laporan seperti ini,” ujarnya. (adi/syn)
















