Hukum & Kriminal
Ditinggal Santai di Depan Rumah, Dapur Ludes Terbakar

Memontum Situbondo – Rumah Nahya (60), warga Dusun Krajan Timur, Rt01 Rw01, Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Sabtu (09/10/2021), terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun diperkirakan kerugian mencapai Rp 75 juta.
Informasi Memontum.com, bahwa kejadian ini terjadi sekitar pukul 21.00. Saat sedang duduk-duduk di depan rumahnya, korban tiba-tiba didatangi tetangganya dan memberitahukan bahwa ada kebakaran di dapur rumahnya.
Baca juga:
- Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun
- Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan
- 1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa
- Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM
- Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran
Saat itu juga, warga lain yang kebetulan juga berdatangan ke lokasi, pun membuat korban kaget dan langsung mencoba melakukan pemadaman dengan air seadanya. Namun, karena api terus menbesar, kejadian ini segera dilaporkan ke PMK Situbondo. Unit mobil pemadam pun tiba di lokasi melakukan penyemprotan ke titik-titik sumber api.
Sementara itu, Babinsa koramil 06/Kendit Kodim 0823/Situbondo, Serda Anto Cahyadi, yang kebetulan di lokasi, juga dengan sigap langsung bergegas mendatangi dan membantu melakukan pemadaman. Api baru bisa dipadamkan seluruhnya sekitar pukul 22.30.
Danramil 00823-06/Kendit, Kapten Inf Joni K membenarkan tentang kejadian kebakaran yang terjadi di wilayah teritorialnya itu. “Menurut informasi dari warga penyebab kebakaran tersebut bersumber dari kompor gas yang berada di dalam dapur. Karena sebelum duduk duduk di teras rumah, ibu Nahya memasak di dapur,” ujar Kapten Inf Joni.
Meskipun dugaan sementara akibat kompor gas, namun kebakaran ini masih dalam penyelidikan petugas kepolisian.
“Penyebab kebakaran masih didalami oleh pihak berwenang, Rumah tersebut kondisinya rusak parah hingga kerugian ditaksir mencapai Rp 75 juta,” ujar Kapten Inf Joni. (her/gie)
















