Lumajang
Didampingi Bupati Lumajang, Gus Miftah dan Bupati Bangkalan, Menkopolhukam Lakukan Pencangkulan Pertama Huntara untuk Warga Terdampak Semeru

Memontum Lumajang – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Mahfud MD, mengapresiasi kinerja Bupati dan Wakil Bupati Lumajang dalam langkah penanganan kegawatdaruratan bencana Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru.
“Alhamdulillah, pemerintah sudah bekerja keras. Pemda Kabupaten Lumajang sudah luar biasa, bahkan dalam waktu tidak lama bisa ‘merayu’ Bu Menteri LHK dan mendapatkan lahan untuk relokasi,” ujar Menkopolhukam, Jumat (17/12/2021).
Menkopolhukam mengatakan, bahwa pembangunan hunian sementara (Huntara) menjadi contoh tingginya nilai kegotongroyongan masyarakat. Saling bahu-membahu membantu saudara di sekitarnya yang terkena musibah.
“Kita terus bekerja keras, agar relokasi ini bisa segera selesai. Sehingga, masyarakat bisa kembali hidup normal,” ujar Mahfud MD.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Dalam kesempatan itu, Menkopolhukam juga melakukan ‘pencangkulan pertama’ tanah relokasi bagi warga terdampak bencana APG Semeru di Desa Sumbermujur. Turut mendampingi, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, Gus Miftah dan Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron.
“Ini merupakan ‘pencangkulan pertama’ yang menandai dimulainya pengerjaan pembangunan hunian sementara,” ujar Bupati Lumajang.
Pemerintah Pusat melalui Menteri KLHK telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Penggunaan Kawasan Hutan (PKH) yang berisi persetujuan penggunana lahan milik Perhutani seluas 90,98 ha sesuai SK Nomor 1256/MENLHK/ SETJEN/ PLA:/12/2021. Lokasi relokasi diputuskan di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro dan Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. (kom/adi/sit)
















