Kabupaten Malang

Korban Terluka Sebut 2 Pelaku, Berusaha Berjalan Cari Pertolongan

Diterbitkan

-

Korban Terluka Sebut 2 Pelaku, Berusaha Berjalan Cari Pertolongan

Memontum Malang — Jenazah Fena (17), Jumat tengah malam dibawa menuju Mentaraman Donomulyo. Bersamaan itu, masih terus beredar kabar pembacokan terhadap pelajar SMK Brantas Sumberpucung dan video berdurasi 26 detik.

Dalam video itu, korban yang ditemukan tergeletak lemas menyebut ada 2 yang melakukan perbuatan keji. Jawaban lirih terdengar saat seorang warga bertanya siapa begitu sadis melakukannya.

“Dadi arek jik tas iku maeng yo (Jadi anak yang baru lewat itu ya?) Boncengan telu? (boncengan tiga?), ” tanya warga.”Jik tas Pak. Boncengan loro Pak. Loro,…” jawab lirih korban tergeletak. Di sampingnya ada sebuah tongkat kayu.

Seorang anggota polisi lalu berusaha menenangkan warga. Terdengar suara istigfar warga. Polisi berseragam langsung meminta korban diam. Ia berteriak, “Hei ambulan, tandu, getok tular,” teriak sang petugas.

Advertisement

Korban tergeletak di jalan setapak itu diusahakan sesegera mungkin menuju puskesmas Donomulyo. Lukanya parah. Lehernya robek mengucurkan darah. Hasil otopsi sementara diduga korban kehabisan darah karena pembuluh darahnya putus.

( baca juga : Bertahan 2 Jam, 2 Jam Kemudian Pelaku Diamankan )

Ada kebesaran Tuhan YME dalam musibah ini. Hasil perkiraan anggota Reskrim Polsek Donomulyo, korban diperkirakan masih mampu berjalan sekitar 7-8 meter hendak mencari pertolongan.

“Korban berjalan cukup jauh, dia mungkin pakai teken, tongkat kayu, ” ungkap Kapolsek Donomulyo, AKP Sardikan kepada Memontum.com, Jumat sore.

Advertisement

Sementara, terkait adanya keterlibatan pelaku lain, pihak kepolisian kini mendalami penyelidikan. Seperti diungkapkan Kapolres Malang, AKBP YS Ujung kepada memontum.com bahwa pihaknya tengah mendalami penyidikan terhadap tersangka Fega (18).

( baca juga : Ada Bercak Darah di Jilbab Fega dan Lembaran Uang )

Ia tidak menampik memang telah mengamankan dua orang terkait penganiayaan. Tapi kecenderungan potensi pelaku utama adalah tersangka Fega (18), pelajar SMK di Wates Blitar.

Adanya video kesaksian yang diambil warga seolah menjadi bukti bahwa Tuhan YME memberi “petunjuk” melalui kesempatan terhadap korban sehingga mengindikasikan dugaan pelaku lain. Pelaku lebih dari satu. (sos)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas