Blitar
Aktivis Animals Hope Shelter Laporkan Dugaan Tempat Jagal Anjing ke Polres Blitar

Memontum Blitar – Komunitas pecinta hewan melaporkan adanya temuan dugaan tempat jagal anjing di Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Sebuah rumah di Desa Sidomulyo, diduga menjadi eksekusi atau tempat penjagalan anjing dan dilaporkan ke Polres Blitar.
Keberadaan tempat tersebut, diungkapkan oleh aktivis dari Animals Hope Shelter. Saat mereka mendatangi lokasi, diketahui ada puluhan ekor anjing yang kondisinya memprihatinkan. Anjing-anjing tersebut, dikurung dan diperlakukan tidak wajar. Saat ini, kasus tersebut masih didalami Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar.
Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Tika Pusvita, membenarkan adanya laporan terkait jagal anjing dari komunitas pecinta hewan. Laporan tersebut, diterima Rabu, 23 Maret 2022 malam. “Benar, ada laporan terkait pemotongan hewan anjing. Baru dilaporkan ke Polres tadi (Rabu, red) malam,” kata AKP Tika Pusvita, Kamis (24/03/2022).
Baca juga:
- THR ASN Pemkot Malang Naik Rp 42,6 Miliar, Pencairan Tunggu Kebijakan Pusat
- Pemkab Malang Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Puting Beliung di Kecamatan Bantur
- Proses Izin Rumit, IAI Cabang Trenggalek Hearing Dengar Pendapat bersama DPRD
- Siswa SMAN 3 Kota Malang Sambut Antusias MBG Ramadan
- DPRD Trenggalek bersama Eksekutif Bahas Raperda Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Lebih lanjut AKP Tika menjelaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman. Apakah ada unsur pidana atau tidak, dari temuan jagal anjing tersebut, dengan memeriksa pemilik jagal anjing. “Kita masih dalami, ada unsur pidana apa tidak. Untuk saksi sudah kami periksa dan ada beberapa ekor anjing yang kita amankan,” terangnya.
Seperti dilansir dari video akun instagram @ahsforindonesia, terlihat ada delapan anjing dikerangkeng. Satu diantaranya, sengaja diikat mulutnya dengan tali rafia dan badannya dibungkus dengan karung.
Selain delapan anjing dalam kerangkeng, ada juga puluhan anjing yang ditempatkan di dalam satu ruangan terkunci dan tertutup rapat. Tak berhenti sampai di situ, ada enam ekor anjing yang kondisinya sudah mati terpotong-potong disimpan di dalam lemari pendingin.
Aktivis yang mendatangi rumah jagal anjing, Kristian Adi Wibowo, tersebut kemudian melaporkan temuan atau kejadian ini ke Polres Blitar. “Ada 32 ekor anjing. Kita membuat laporan resminya di Polres Blitar,” katanya seperti dikutip dari video yang diunggah di akun instagram @ahsforindonesia tersebut. (jar/gie)
















