Pamekasan
Samakan Visi, Bupati Pamekasan Sambangi Bappeda dan BPKPD

Memontum Pamekasan – Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, kembali melakukan kunjungan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Senin (07/02/2022) tadi. Dalam kunjungan yang dilakukan, bupati menyasar Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD). Tujuannya, untuk memberikan pemahaman tentang rencana kontrak kinerja.
Pada kunjungannya itu, Bupati Pamekasan didampingi Sekretaris Daerah, Totok Hartono, serta dua asisten, yaitu Sigit Priyono dan Nurul Widiastuti.
Seperti yang sebelumnya dilakukan, kunjungan ini sebagai bentuk kepedulian Bupati Pamekasan, terhadap OPD yang ada di Kabupaten Pamekasan. Serta untuk menyampaikan pentingnya satu padu dalam kerangka pemikiran Pemerintah Kabupaten Pamekasan.
“Saya berkeliling mulai kemarin ke beberapa OPD, untuk menyampaikan pentingnya satu padu dalam kerangka pemikiran Pemerintah Kabupaten Pamekasan,” jelas Bupati Baddrut Taman.
Baca juga :
- Polemik Perizinan Aston, DPRD Kota Malang Sebut Keputusan Final Dijadwalkan Pekan Depan
- Bupati Banyuwangi Pantau Progres Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat
- Temukan Batu Batolit yang Diduga Watu Dakon, Disparbud Kabupaten Malang Sebut Perlu Kajian
- Pelantikan 8 JPTP Kota Malang Tunggu Keputusan Wali Kota, BKPSDM Sebut Nama Sudah Masuk Boks Talenta
- Perkuat Lumbung Pangan Jatim, Sektor Pertanian Kabupaten Jember Semakin Produktif
Ada tiga poin utama yang selalu dirinya sampaikan, saat mengunjungi Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pertama, pentingnya kekompakan. Kedua, ketaatan terhadap pimpinan dan ketiga, mengenai kontrak kinerja antara bupati dengan OPD yang rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan Februari 2022.
Oleh sebab itu, menurut Bupati Baddrut Tamam, kekompakan dan soliditas dalam sebuah organisasi merupakan hal penting guna melaksanakan tugas yang telah dirancang bersama. Karena, kebaikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir.
“Kita ini harus patuh terhadap pimpinan. Karena, metidak patuhan terhadap pimpinan tersebut adalah bentuk pengkhianatan,” tegasnya. (azm/srd/sit)
















