Kota Malang
Cegah Kekerasan Siswa, Dikbud Kota Malang selalu Awasi Sekolah

Memontum Kota Malang – Maraknya korban kekerasan di lingkungan sekolah, membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, akan terus mengawasi. Hal itu disampaikan oleh Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, Rabu (20/07/2022) tadi.
“Yang jelas, Dikbud bersama dengan teman-teman MKKS, Kepala Sekolah, guru BK (Bimbingan Konseling), akan terus mengawasi untuk mencegah hal-hal yang seperti itu,” ucap Suwarjana.
Pihaknya yakin, bahwa hal-hal seperti itu di Kota Malang, tidak akan terjadi. Sebab, lingkungan sekolah di Kota Malang telah dibentuk untuk menjadi sekolah yang ramah anak, deklarasi sekolah anti bullying, dan juga operasi kasih sayang.
“Saya yakin untuk kejadian seperti itu di Kota Malang saat ini tidak ada, dan jangan sampai ada,” tegasnya.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Selain itu, ke depan pihaknya akan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan sosialisasi anti narkoba pada siswa-siswi di Kota Malang. Sebab, hal itu juga penting agar sekolah di Kota Malang bebas dari Narkoba.
“Nanti juga akan menggandeng BNN, mereka memberikan pengarahan untuk siswa-siswi. Itu juga sangat berguna bagi mereka,” lanjutnya.
Ketika ditanya mengenai upaya pembentukan Satgas cegah kekerasan, pihaknya mengatakan, bahwa hal tersebut memang diperlukan. Namun, sementara ini masih belum. Sebab, saat ini masih terkendala karena adanya pandemi Covid-19 yang masih belum usai.
“Sebenarnya perlu, cuma saat ini masih belum perlu, karena masih dalam kondisi pandemi dan masih baru ada satgas Covid-19, biarkan konsen dulu. Insyaallah teman-teman BK masih bisa mengatasi dan juga bapak ibu guru,” imbuhnya. (rsy/sit)
















