Lamongan
Kurikulum Merdeka Belajar untuk Sekolah Penggerak Tingkatan TK hingga SMA Bakal Diterapkan di Lamongan

Memontum Lamongan – Kurikulum merdeka yang sebelumnya dikenal sebagai kurikulum prototipe untuk sekolah penggerak, pada tahun ajaran 2022/2023, mulai diberlakukan di jenjang TK hingga SMA. Untuk saat ini, sekolah dapat mulai mengimplementasikan kurikulum ini secara bertahap sesuai dengan kesiapannya.
Di Kabupaten Lamongan, kurikulum merdeka ini diyakini sudah siap dilakukan. Hal ini, dapat terlihat dari antusiasme insan pendidikan dalam memamerkan berbagai produk hasil strategi pembelajaran berbasis proyek, hingga soft skill dan karakter pelajar Pancasila.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat melaksanakan peninjauan seluruh stand pameran, mengatakan bahwa sekolah-sekolah ini sudah mengalami perkembangan dan kemajuan, serta mampu dan siap untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka.
“Ini sebenarnya adalah untuk menumbuhkan esensi dari merdeka belajar. Mengenalkan anak didik pada wirausaha dan mempunyai sense of business, yang nanti tidak hanya menghafal buku-buku saja. Tetapi, juga mempunyai skill yang bisa sejalan dengan keinginan, bakat dan kemampuannya,” ujarnya, Senin (03/10/2022) tadi.
Baca juga:
- Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun
- Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan
- 1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa
- Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM
- Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran
Selain itu, berbagai produk bentuk implementasi materi yang telah dipelajari melalui proyek maupun studi kasus ini diantaranya olahan makanan, tas rajut, hasil jahitan, alat rakitan sebagai bentuk inovasi teknologi, ketrampilan astronomi, tanggap bencana, literasi digital dan masih banyak yang lainnya.
“Seperti halnya SMAN 1 Lamongan, pada kesempatan tersebut memamerkan inovasi teknologi berupa mesin penetas telur yang terintegrasi dengan sistem android. Sehingga, temperatur, kelembaban, sirkulasi udara untuk menciptakan kondisi ideal pengganti pengeraman induk unggas ini dapat diatur dan dipantau melalui aplikasi dalam android,” bebernya.
Selain itu, juga memamerkan e-library sebagai bentuk literasi digital yang sudah dipraktekkan penggunaannya oleh siswa-siswi SMAN 1 Lamongan. “Tema yang kami pilih ini literasi digital. Tidak hanya itu, di sana juga ada teknologi berupa mesin penetas telur yang dapat diatur menggunakan aplikasi di android yang sudah pernah diikutsertakan lomba dan membawa pulang medali emas internasional,” terang Kepala Sekolah SMAN 1 Lamongan, Soyan Hadi.
Soft skill di bidang astronomi, tambahnya, juga dipamerkan oleh MTs Muhammadiyah 2 Karangasem Paciran. Memiliki club astronomi santri Karangasem Paciran Lamongan (Caskapal), anak-anak dibimbing untuk mengetahui dan mempraktekkan tata cara melihat hilal, menentukan arah kiblat, hingga melihat fenomena gerhana bulan. Madrasah ini juga oleh Kemenag Jatim terpilih sebagai sebagai Madrasah riset, karena mempunyai salah satu program bersama Cambridge University.
“Anak-anak ini biasanya juga oleh pembimbing astronominya diikutsertakan dalam pelaksanaan rukyah hilal di bulan Ramadhan,” ucap salah satu pendidik di MTs. Muhammadiyah 2 Karangasem Paciran, Agus Bukhori. Pameran ini digelar di Gedung Sport Center Lamongan, mulai tanggal 29 September hingga 2 Oktober 2022. (zen/gie)















