Hukum & Kriminal
Video Mesum dengan Pemerannya Pelajar SMP di Tekung Lumajang Terancam Dipindahkan

Memontum Lumajang – Viralnya video mesum yang salah satu pemerannya adalah pelajar SMP di Kecamatan Tekung, mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Lumajang, Agus Salim, saat dihubungi via telepon menyampaikan bahwa pihaknya sudah memonitor perihal tersebut dan sudah memanggil kepala sekolah yang bersangkutan.
“Kamis (06/10/2022) yang lalu sudah kita panggil kepala sekolahnya. Kita suruh bercerita kronologis kejadiannya, itu bagaimana. Kemudian, saya suruh membuat laporan secara tertulis. Artinya, apakah ini unsur pemerasan dari pihak laki-laki atau ada unsur sengaja membuat malu pacarnya, itu semua masih dalam proses untuk disampaikan kepada tataran APH (Aparat Penegak Hukum),” terangnya, Sabtu (08/10/2022) tadi.
Pihaknya juga menyarankan, tambah Kadisdik, supaya pelajar SMP tersebut, bisa dipindahkan ke pondok pesantren. “Sikap kita tentunya memberikan yang terbaik. Karena anak ini, masih pelajar. Sehingga, ya kita sarankan untuk kita titipkan atau kita pindahkan ke pondok pesantren. Karena, kejadian itu berlangsung di luar jam sekolah. Sementara di satu sisi, tentunya pelajar itu juga mendapat tekanan psikologi,” imbuhnya.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Agus Salim juga mengatakan, bahwa dirinya juga belum tahu, siapa pemeran lain dalam video itu. Ada yang mengatakan, itu adalah pacarnya.
“Informasi yang saya tahu, itu katanya pacarnya, anak Senduro sana. Infonya pria itu juga seorang pelajar di luar sana. Tetapi kita belum tahu pasti dan saya belum sedetail itu untuk bertanya. Saya konsentrasinya pada yang di Tekung (kejadian tersebut) itu, biarlah pihak APH yang mendalami,” ujarnya.
Lebih jauh Agus Salim menyampaikan bahwa kejadian dalam video itu, di luar jam sekolah. Oleh sebab itu, menjadi tanggung jawab bersama baik masyarakat, lingkungan dan orang tua, karena itu di luar konteks pembelajaran.
“Tentu, kami tidak henti-hentinya memberikan imbauan kepada masyarakat, dengan sebuah program GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan). Itukan upaya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kita selalu sampaikan kepada temen-temen kepala sekolah, kita harapkan kita sama-sama menjaga anak kita dan mudah-mudahan musibah dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” harap Agus Salim. (adi/gie)
















