Blitar
Polres Blitar Kota Gelar Pemeriksaan Kesehatan Anggota secara Berkala

Memontum Blitar – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Jatim melakukan pemeriksaan kesehatan berkala para personel dan ASN Polres Blitar Kota, Senin (20/03/2023) tadi. Sebanyak 91 orang mengikuti pemeriksaan di Gedung Patriatama.
Terlihat, Wakapolres Blitar Kota, PJU Polres Blitar Kota, anggota Polres dan polsek serta ASN antusias mengikuti tahapan demi tahapan dari berbagai aspek pemeriksaan.
Kasi Dokkes Penda TK 1, Nunik, mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala oleh Biddokes Polda Jatim, ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan seluruh anggota. Sehingga dapat mencegah berbagai penyakit sejak awal dan apabila ditemukan penyakit maka segera dilakukan tindakan medis.
“Bagaimanapun kesehatan fisik merupakan syarat utama bagi anggota polri untuk menjalankan tugasnya,” kata Nunik.
Lebih lanjut Nunik menyampaikan, pemeriksaan kesehatan berkala ini meliputi pemeriksaan tensi darah, gigi, tinggi badan, berat badan, mata, laboratorium, darah, urine, Ekg, rontgen, fisik, keswa dan treadmill.
Baca juga :
- Paripurna DPRD, Bupati Lumajang Pastikan APBD untuk Masyarakat
- Pelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan
- Temukan Sejumlah Aduan, Ketua DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Pelaksanaan MBG
- Perkuat Iklim Investasi dan Percepatan Pembangunan Daerah, Bupati Malang Buka Pelatihan Petugas Sensus
- Evaluasi MBG, Pemkot Malang Usulkan Keterlibatan Sejak Awal Penentuan Lokasi SPPG
Kapolres Blitar, Kota AKBP Argowiyono, melalui Kasihumas AKP Achmad Rochan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan instruksi dari Mabes Polri dan harus dilaksanakan oleh anggota polri secara bertahap, minimal 1 kali dalam setahun.
“Perhatian dan kepedulian polri terhadap anggotanya terbilang sangat baik,” jelas AKP Muhammad Rochan.
Menurut Rochan, medical check up sangat perlu untuk mengetahui kesehatan personel. “Apabila diketahui ada anggota yang memiliki penyakit atau gangguan kesehatan, maka akan diberikan rujukan ke rumah sakit Bhayangkara untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Rochan menambahkan, kegiatan ini, sekaligus sebagai upaya pencegahan. “Karena nanti akan muncul hasil diagnosa laboratorium secara lengkap, juga ada rekomendasi apa yang harus dilakukan kepada personel yang bersangkutan. Ini semuanya gratis tidak dipungut biaya,” paparnya. (jar/sit)
















